Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kondisi Lintasan Mandalika Berubah usai Moto2, Quartararo Sulit Ngerem
Pembalap MotoGP, Fabio Quartararo. (IDN Times/Linggauni)
  • Fabio Quartararo kesulitan mengerem di Tikungan 1 dan 10 Mandalika setelah kondisi lintasan berubah usai balapan Moto2 dan Moto3.
  • Pembalap Yamaha itu minim pengalaman memakai ban medium sepanjang akhir pekan, tetapi feeling bagian depan motor membantunya mengimbangi kendala pada lima putaran awal.
  • Start dari posisi ke-12, Quartararo finis kesembilan setelah menyalip Luca Marini, tertinggal 0,159 detik dari Fabio Di Giannantonio dengan ban menurun di akhir lomba.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lombok Tengah, IDN Times - Tikungan 1 dan Tikungan 10 menjadi dua titik sulit bagi Fabio Quartararo di Sirkuit Pertamina Mandalika. Di dua tempat itu, ia kesulitan memperlambat motor setelah kondisi lintasan berubah.

Kesulitan itu muncul dalam balapan utama pada Minggu (11/10/2026). Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP ini tetap menyelesaikan lomba yang berlangsung sepanjang 27 putaran.

Quartararo mengatakan engine brake tidak terlalu menjadi masalah baginya. Feeling terhadap bagian depan motor yang tidak terlalu buruk membantu mengimbangi sebagian kesulitan pengereman.

“Kami tahu bahwa setelah Moto2 dan Moto3, kondisi lintasan banyak berubah,” kata Quartararo, Minggu (11/10/2026).

1. Kondisi lintasan berubah setelah Moto2 dan Moto3

Pembalap MotoGP, Fabio Quartararo saat sesi Practice di Sirkuit Mandalika pada Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni)

Quartararo merasakan kondisi lintasan banyak berubah setelah balapan Moto2 dan Moto3. Perubahan itu diikuti kesulitan pengereman saat ia menjalani balapan utama MotoGP.

Ia menyebut Tikungan 1 dan Tikungan 10 sebagai dua lokasi yang menyulitkannya memperlambat motor. Namun, engine brake tidak terlalu menjadi masalah baginya.

Quartararo mengaku tidak banyak berkendara menggunakan ban medium sepanjang akhir pekan. Ia menilai persoalan seperti ini bisa terjadi ketika waktu berkendara dengan ban itu masih terbatas.

“Kami tidak banyak berkendara dengan ban medium pada akhir pekan ini, jadi saya pikir hal seperti itu bisa terjadi,” ujar Quartararo.

2. Feeling bagian depan membantu mengimbangi kendala

Pembalap MotoGP, Fabio Quartararo. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Quartararo menilai feeling terhadap bagian depan motor tidak terlalu buruk. Hal itu membantunya sedikit mengimbangi kesulitan pengereman.

Lima putaran pertama tetap terasa sulit bagi Quartararo. Meski begitu, ia mampu menjaga posisinya di tengah persaingan.

Quartararo memulai balapan dari posisi ke-12. Ia kemudian masuk sepuluh besar setelah Francesco Bagnaia terjatuh pada putaran keenam.

“Namun, feeling saya terhadap bagian depan motor tidak terlalu buruk, jadi saya bisa sedikit mengimbanginya,” kata Quartararo.

3. Kondisi ban menurun saat mengejar posisi kedelapan

Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Fabio Quartararo memacu kecepatan sepeda motornya saat mengikuti sesi Practice MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (9/10/2026). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Pada akhir balapan, Quartararo melihat Fabio Di Giannantonio kesulitan. Ia mencoba memacu motor lebih keras untuk mendekati pembalap di depannya itu.

Setelah menyalip Luca Marini, Quartararo menempati posisi kesembilan. Ia merasa kekurangan satu putaran untuk menuntaskan pengejarannya terhadap Di Giannantonio.

Quartararo akhirnya finis kesembilan dengan selisih 0,159 detik dari Di Giannantonio. Ia menilai hasil balapan ini sangat baik.

“Saya juga menghabiskan ban pada lima putaran terakhir,” ujar Quartararo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article