Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jack Miller Kritik Padatnya Agenda Promosi MotoGP dan Denda 5.000 Euro
Pembalap Prima Pramac Yamaha MotoGP Jack Miller (kiri) berswafoto dengan penonton saat sesi MotoGP Hero Walk menjelang race MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Minggu (11/10/2026)
  • Jack Miller mengkritik denda 5.000 euro bagi pembalap yang mangkir promosi, sambil menegaskan semua rider harus mematuhi komitmen tanpa perlakuan istimewa.
  • Miller menilai agenda promosi MotoGP yang terus bertambah perlu diimbangi kompensasi proporsional, karena beban kegiatan meningkat sementara pendapatan pembalap dirasakan menurun.
  • Di Mandalika, masalah elektronik dan pemetaan bahan bakar membuat motornya sulit dikendalikan; Miller berharap tim memperbaiki performa sebelum seri Australia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lombok Tengah, IDN Times - Pembalap asal Australia, Jack Miller, meluapkan kritik tajam terkait isu kedisiplinan dan padatnya agenda promosi yang makin mencekik para pembalap MotoGP. Pernyataan pedas ini terlontar usai balapan utama di Sirkuit Pertamina Mandalika, menanggapi sanksi denda 5.000 euro yang dijatuhkan organisasi kepada pembalap yang mangkir dari sesi promosi resmi.

Miller menegaskan bahwa seluruh pembalap di grid wajib menghormati komitmen bersama tanpa ada yang merasa mendapat perlakuan istimewa. Menurutnya, tindakan segelintir pembalap yang asal nyelonong pergi saat agenda promosi berlangsung hanya membuat citra seluruh pembalap lainnya ikut memburuk di mata publik.

"Maksud saya, jika kamu seharusnya ada di sana, ya kamu harus ada di sana. Jika kita semua ada di trailer dan tiba bersama-sama, apa yang membuat seseorang begitu spesial sampai bisa jalan (pergi) begitu saja sementara kita semua harus masuk? Tidak ada seorang pun yang berada di atas aturan, saya percaya itu," ujar Jack Miller menegaskan prinsip kesetaraan tersebut.

1. Sanksi dan beban promosi

Hero Walk di Sirkuit Pertamina Mandalika, Minggu (11/10/2026). (IDN Times/Linggauni)

Miller secara terbuka menyuarakan ketidakpuasan para pembalap terkait ketidakseimbangan antara tuntutan komersial dan hak finansial yang mereka dapatkan. Menurutnya, agenda di luar lintasan yang terus bertambah dari seri ke seri seharusnya dibarengi dengan penyesuaian nilai kompensasi yang layak dari pihak penyelenggara.

Ia merasa ironis karena ketika beban kerja para pembalap untuk urusan pemasaran makin tinggi, hak atau pendapatan yang diterima justru dirasakan makin menyusut. Fenomena ini dinilainya perlu mendapat perhatian serius agar kepentingan para atlet di atas lintasan tidak terabaikan begitu saja.

"Saya paham agendanya makin banyak. Tapi di satu titik, mereka juga harus mulai membayar kami secara proporsional, maksud saya untuk para pembalap. Karena setiap kali kegiatan makin banyak, uang yang diterima justru makin berkurang," ungkap Miller menyoroti ketimpangan tersebut.

2. Masalah pada motor bikin tambah kesal

Pembalap MotoGP, Jack Miller. (IDN Times/Linggauni)

Kekesalan Miller makin menjadi-jadi karena performa motornya di Sirkuit Mandalika juga jauh dari kata memuaskan. Kendala serius pada sistem elektronik dan pemetaan bahan bakar membuat motor yang ditungganginya sangat sulit dikendalikan sepanjang balapan utama.

Kondisi bahan bakar yang boros memaksa tim menggunakan lean map, yang berdampak buruk pada kinerja engine brake dan sistem pengereman. Situasi ini membuat Miller harus bersusah payah mengendalikan motor yang terus mengunci di bagian depan setiap kali mencoba menekan kecepatan.

"Perasaan saya sangat bagus pagi ini, tetapi begitu masuk ke setelan balapan, motor ini hampir tidak bisa dikendarai. Ada sesuatu yang terjadi di balik layar yang membuat motor ini sangat sulit dikendarai dan susah untuk dihentikan," kata Miller membeberkan masalah teknis yang dialaminya.

3. Pulang kampung dengan rasa optimistis

Sejumlah pembalap memacu kecepatan sepeda motornya saat balapan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Minggu (11/10/2026). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Rangkaian hasil buruk dan polemik di luar lintasan selama akhir pekan di Indonesia menjadi catatan kelam yang ingin segera dilupakan oleh pembalap bernomor 43 ini. Fokus utamanya kini langsung tertuju pada persiapan menghadapi seri berikutnya yang akan digelar di tanah airnya sendiri.

Ia berharap adanya perbaikan kinerja dari tim teknis serta evaluasi atas keluhan-keluhan yang dirasakan pembalap sebelum tampil di depan publiknya sendiri. Seri Australia diharapkan bisa menjadi titik balik untuk mengembalikan performa terbaik sekaligus ketenangan di dalam tim.

"Saya tidak bisa menghentikan motor, tidak bisa membelokkan motor. Begitu saya mulai menekan kecepatan, ban depan mengunci dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi ya, begitulah adanya, kita lihat apa yang bisa kita lakukan di Australia nanti," pungkasi Miller mengakhiri keterangannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article