Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fabio Quartararo Minta Waktu Latihan Lebih Panjang pada MotoGP 2027
Pembalap MotoGP, Fabio Quartararo. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Fabio Quartararo mendukung format kualifikasi MotoGP 2027, tetapi meminta waktu latihan lebih panjang agar pembalap dapat memahami motor dan ban baru dengan lebih baik.
  • Ia mengusulkan FP2 berdurasi sekitar satu jam, termasuk tambahan 30 menit, supaya pembalap punya waktu lebih tenang untuk menyesuaikan diri di lintasan.
  • Quartararo menganggap bendera kuning dalam dua kualifikasi sebagai bagian persaingan dan tertarik pada shakedown bagi pembalap pindah pabrikan, meski penerapannya dinilai sulit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lombok Tengah, IDN Times - Fabio Quartararo menginginkan waktu latihan yang lebih panjang dalam format baru MotoGP 2027. Meski menyukai sesi kualifikasi, ia menilai pembalap tetap membutuhkan kesempatan yang cukup untuk bekerja dengan motor dan ban baru.

Perhatian Quartararo terutama tertuju pada durasi latihan bebas kedua atau FP2. Ia juga menanggapi risiko dua sesi kualifikasi serta gagasan memberi kesempatan mengikuti shakedown (pra-uji coba) kepada pembalap yang berpindah pabrikan.

1. Menyukai kualifikasi, tetapi ingin tambahan waktu di FP2

Pembalap MotoGP, Fabio Quartararo. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Quartararo menyebut kualifikasi sebagai sesi yang paling ia nikmati. Namun, ia merasa waktu di lintasan akan terlalu singkat ketika pembalap harus memahami motor dan ban baru.

Ia mengusulkan tambahan waktu sekitar 30 menit agar pembalap bisa bekerja dengan lebih tenang. Khusus untuk FP2, Quartararo menginginkan durasi sekitar satu jam agar tersedia lebih banyak waktu untuk menyesuaikan diri.

“Jika menambahkan sekitar 30 menit lagi, kita akan bisa sedikit lebih tenang. Jadi menurut saya, khususnya di FP2, akan sangat bagus jika kita memiliki waktu sekitar satu jam,” kata Quartararo.

2. Menganggap bendera kuning sebagai bagian dari persaingan

Fabio Quartararo pada sesi kualifikasi MotoGP Mandalika. (IDN Times/Linggauni)

Quartararo juga mendapat pertanyaan tentang risiko bendera kuning dan pembalap yang melaju lambat dalam dua sesi kualifikasi. Ia menilai gangguan semacam itu bisa dialami siapa saja.

Menurutnya, peluang pembalap papan atas memulai balapan dari belakang turut menghadirkan drama. Quartararo menerima situasi itu karena semua pembalap menghadapi kondisi yang sama.

“Suatu saat saya yang akan terkena bendera kuning, di saat lain, pembalap lain yang terkena. Jadi, ini bagian dari permainan dan saya pikir mereka suka melihat sedikit drama dan melihat pembalap papan atas mulai dari posisi belakang.” ujarnya.

3. Tertarik mendapat tambahan hari melalui shakedown

Fabio Quartararo saat MotoGP Mandalika 2025. (IDN Times/Linggauni)

Ditanya tentang gagasan mengizinkan pembalap yang berpindah pabrikan mengikuti shakedown, Quartararo mengaku belum terlibat dalam pembicaraannya. Meski begitu, ia tertarik karena kesempatan itu bisa memberinya lebih banyak hari di lintasan.

Quartararo belum mengetahui apakah gagasan itu hanya dibicarakan antarpembalap atau sudah melibatkan penyelenggara. Ia menilai ide dari pembalap bisa saja bagus, tetapi penerapannya melalui penyelenggara akan lebih sulit.

“Namun saya tidak tahu apakah ini hanya pembicaraan antarpembalap atau juga pembicaraan dengan pihak penyelenggara. Jika itu ide dari para pembalap, tentu saja itu bagus, tetapi untuk menerapkannya ke pihak penyelenggara, saya pikir itu akan lebih sulit.” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article