Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alex Rins Dapat Ancaman Pembunuhan usai Insiden dengan Marshal Mandalika
Pembalap MotoGP, Alex Rins. (IDN Times/Linggauni)
  • Alex Rins menerima kritik dan ancaman pembunuhan setelah insiden kesalahpahaman dengan marshal usai kecelakaan, lalu menjelaskan kronologi melalui akun X.

  • Rins menyebut beberapa marshal sempat kebingungan menentukan siapa yang membawanya, sebelum ia diarahkan ke lintasan lurus utama, bukan kembali ke pit box.

  • Dalam situasi stres, Rins mengacungkan jari tengah dan meminta maaf; steward memberi teguran ringan setelah membahas insiden tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lombok Tengah, IDN Times - Pembalap MotoGP, Alex Rins, mendadak menjadi sorotan publik setelah terlibat insiden kesalahpahaman dengan seorang marshal di area cool down room. Buntut dari kejadian tersebut, Rins tidak hanya menerima kritik tajam di dunia maya, melainkan juga harus menghadapi ancaman pembunuhan yang serius. 

"Saya ingin menjelaskan apa yang terjadi kemarin setelah kecelakaan saya, ada kesalahpahaman dengan seorang marshal ketika saya sedang berusaha kembali ke pit box," ujar Rins mengklarifikasi situasi penuh tekanan pada akun X miliknya yang diunggah pada Sabtu (10/10/2026).

Meskipun ia mengakui kesalahannya dalam merespons situasi di trek, reaksi publik yang berlebihan hingga berujung ancaman kekerasan dinilai sudah melampaui batas. 

1. Hal yang dihadapi Rins saat itu

potret Alex Rins (instagram.com/alexrins)

Pada hari sebelumnya, sorotan utama justru terjadi di luar lintasan balap, tepatnya usai ia mengalami kecelakaan di tikungan terakhir. Rins mengungkapkan bahwa ia mengalami kejadian yang sangat aneh dengan dua hingga tiga orang marshal yang bersiap dengan skuter. 

Para marshal tersebut tampak kebingungan dan berdebat satu sama lain tentang siapa yang harus membawanya. "Mereka seperti bertarung. 'Hei, ikut dengan saya, tidak, tidak, ikut dengan saya,'" ujar Rins menirukan kepanikan para petugas tersebut. 

2. Pertama kali terjadi

Sejumlah petugas marshal membantu pembalap Moto2 Mario Aji mengevakuasi motor di tepi lintasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Setelah akhirnya melompat ke salah satu motor, marshal tersebut justru mengarahkannya ke lintasan lurus utama dan meninggalkannya di sana alih-alih membawanya kembali ke pit box melalui terowongan. Meski Rins dan marshal lain di lokasi sudah berteriak memintanya dibawa ke box, petugas yang memboncengnya menolak dan memintanya untuk naik ke dalam mobil.

"Itu adalah pertama kalinya marshal tidak membawa saya ke box," tambahnya. 

3. Mengakui kesalahan dan minta maaf

Pembalap MotoGP, Alex Rins. (IDN Times/Linggauni)

Akibat situasi yang tidak terkoordinasi dengan baik dan tingkat stres yang tinggi usai kecelakaan, Rins secara spontan mengacungkan jari tengah. Menyadari kesalahannya, pembalap asal Spanyol itu pun secara terbuka menyampaikan permohonan maaf.

"Saya meminta maaf karena itu bukan pertanda baik. Para penggemar muda sedang melihat kami, itu bukan pertanda baik. Tapi saya berada di posisi yang sangat stres," sesalnya. 

Insiden kesalahpahaman ini telah dibahas secara singkat dengan pihak steward atau pengawas balapan. Rins memastikan tidak ada masalah teknis dengan skuter maupun motornya, dan ia hanya menerima teguran ringan karena para steward pun ikut terkejut mengetahui marshal tidak mengantarkan sang pembalap kembali ke box sebagaimana mestinya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article