Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warga Lotim Sempat Tagih Janji Gubernur, Jembatan Bailey Akhirnya Dibangun

IMG_20260105_211850_383.jpg
Alat berat dan material jembatan Bailey sudah tiba di Dusun Aik Beta Desa Perigi Kecamatan Suela Lotim, Minggu (4/1/2025). (dok. Istimewa)

Mataram, IDN Times - Pemprov NTB akhirnya merealisasikan pembangunan jembatan Bailey di Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur (Lotim). Material jembatan Bailey sudah berada di lokasi dan sedang dirakit oleh personel TNI dari Yonzipur Kodam IX/Udayana.

Sebelumnya, warga Dusun Aik Beta, Desa Perigi, menagih janji Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang akan membangunkan jembatan bailey atau jembatan rangka baja portabel pada awal Desember lalu. Namun, hingga akhir Desember, pembangunan jembatan bailey molor.

Jembatan Aik Beta merupakan penghubung Kecamatan Suela dan Kecamatan Pringgabaya yang ambruk diterjang derasnya arus banjir pada Selasa (18/11/2025) lalu. Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi yang dikonfirmasi di Mataram, Senin (5/11/2026) menjelaskan personel TNI dari Yonzipur Kodam IX/Udayana sedang melakukan perakitan di lokasi.

"Mungkin sekitar hari Kamis ini, sudah bisa digeser pakai alat berat untuk ditumpangkan ke tumpuan jembatan tersebut. Jadi kira-kira, hari minggu itu sudah bisa beroperasi jembatan ini," kata Ahmadi.

1. Mampu menahan beban hingga 25 ton

IMG_20260105_211850_913.jpg
Material jembatan Bailey yang sudah tiba di Dusun Aik Beta Desa Perigi Kecamatan Suela Lotim. (dok. BPBD NTB)

Jembatan Bailey dibangun untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang sempat terputus. Jembatan Bailey yang dibangun dengan panjang 24 meter dan lebar 3 meter.

Jembatan itu nantinya mampu menahan beban hingga 25 ton, sehingga dapat dilalui oleh kendaraan berat seperti truk logistik dan truk pasir. Proses perakitan diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat.

Rencananya, pada hari Kamis, jembatan akan mulai digeser menggunakan alat berat untuk dipasang pada tumpuan jembatan. Jembatan ini ditargetkan sudah dapat dioperasikan sepenuhnya oleh masyarakat pada hari Minggu mendatang.

2. Pembangunan mengalami keterlambatan karena persoalan administrasi

IMG_20251120_132519_765.jpg
Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ahmadi menjelaskan pembangunan jembatan ini sempat mengalami sedikit keterlambatan bukan karena adanya tuntutan warga, melainkan karena prosedur administrasi yang ketat. Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sebesar Rp800 juta untuk pembangunan jembatan Bailey tersebut.

Anggarannya berasal dari Belanja Tak Terduga (BTT), yang mengharuskan adanya verifikasi dan telaah dari berbagai pihak, termasuk Inspektorat dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB. Selain itu, proses yang berlangsung di akhir tahun anggaran juga menjadi faktor penyebab pembangunannya sedikit terlambat dan bisa direalisasikan saat ini.

"Jadi bukan karena itu (ditagih warga), ini sudah lama prosesnya. Proses-proses ini kan karena kita menggunakan BTT. Jadi harus ditelaah dulu sama Inspektorat. Setelah itu ditelaah lagi sama BKAD dan kebetulan berada di akhir tahun sehingga agak lama kemarin itu," terangnya.

3. Sebagai jembatan darurat

IMG-20251229-WA0063.jpg
Warga Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lotim, melintasi jembatan darurat dari bambu yang dibangun secara swadaya. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ahmadi menjelaskan bahwa jembatan Bailey ini berstatus sebagai jembatan darurat sementara yang dipinjam dari aset Kodam IX/Udayana. Jembatan ini direncanakan akan digunakan selama kurang lebih satu tahun.

Untuk pembangunan jembatan permanen nantinya, akan dilakukan oleh Pemda Lombok Timur. Karena jembatan yang rusak itu merupakan akses jalan penghubung yang menjadi kewenangan Pemda Lombok Timur.

"Untuk jembatan permanennya nanti Pemda Lombok Timur yang menanganinya. Jadi kita hanya harus bantu bangun jembatan Bailey supaya aktivitas masyarakat tIdak terganggu," tandasnya.

Sebelumnya, salah seorang tokoh masyarakat Dusun Aik Beta Desa Perigi, Amaq Sidik, Minggu (28/12/2025) mengatakan warga membangun jembatan darurat dari bambu karena lamanya menunggu pembangunan jembatan Bailey yang dijanjikan pemerintah daerah.

Pada waktu itu, warga membangun jembatan darurat dari bambu sebagai akses utama penghubung antara kecamatan Suela dan Pringgabaya karena lamanya penanganan oleh pemerintah daerah. Amaq Sidik, mengungkapkan bahwa warga sebelumnya telah dijanjikan bahwa jembatan Bailey akan mulai dibangun pada pertengahan Desember.

Namun, hingga akhir Desember, tanda-tanda pembangunan tersebut tidak terlihat. "Kami bingung sebagai masyarakat. Dijanjikan tanggal 16 bulan Desember ini, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban. Akhirnya masyarakat inisiatif swadaya beli bambu dan gotong royong bangun sendiri," kata Amaq Sidik ditemui di lokasi, Minggu (28/12/2025).

Warga mengumpulkan dana secara swadaya untuk membeli material berupa bambu. Total biaya yang dihabiskan mencapai sekitar Rp4,2 juta berasal dari sumbangan masyarakat sekitar. Jembatan Aik Beta merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Pringgabaya dan Kecamatan Suela. Selama jembatan putus akibat banjir sebulan lalu, aktivitas ekonomi warga lumpuh total.

Dia mengaku kehilangan potensi penghasilan Rp60–70 juta dari hasil kebun srikaya dan jagung karena sulitnya transportasi. Selain itu, guru dan anak sekolah harus dikawal oleh orang tua saat melintasi sungai di bawah jembatan sebelum jembatan bambu ini berdiri.

Saat hujan turun, warga tidak berani melintas karena risiko banjir. Jembatan bambu yang dibuat warga sekarang sudah bisa dilewati kendaraan roda dua, tetapi untuk kendaraan roda empat belum bisa dilalui.

Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal merespons soal keluhan warga terkait molornya pembangunan jembatan Bailey. Dia mengatakan jembatan bailey akan tetap dibangun di Dusun Aik Beta Desa Perigi Lotim.

"Itu problemnya hanya tinggal penggerakan. Jembatan Bailey-nya sudah siap, segera kita akan gerakkan ke sana. Hanya masalahnya hanya administratif saja," kata Iqbal.

Iqbal memastikan jembatan bailey akan segera dipasang. Karena dia sendiri sudah menandatangani untuk alokasi anggarannya. Jembatan bailey dipilih untuk sementara karena biayanya lebih murah, yakni Rp800 juta. Selain itu, ada permintaan Pemkab Lotim yang menghendaki adanya bantuan penanganan jembatan putus tersebut.

Jembatan Bailey itu didatangkan langsung dari Bali. Dengan adanya jembatan bailey itu, akses warga yang sebelumnya terisolir menjadi terhubung, sehingga aktivitas perekonomian, sosial maupun aktivitas pendidikan tetap berjalan seperti sediakala.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

Super Flu Jangkit 2 Warga NTT, Terdeteksi saat Pergantian Tahun

07 Jan 2026, 19:10 WIBNews