Ketua DPW Nasdem Provinsi NTB sekaligus Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah/dok. Humas Provinsi NTB
Menkes mengapresiasi program unggulan Posyandu Keluarga yang dilaksanakan Pemprov NTB. Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan Menkes menyebut Posyandu Keluarga merupakan langkah maju dari transformasi kesehatan.
"Sebagai tindakan promotif preventif kesehatan masyarakat, Posyandu Keluarga yang sudah kita mulai sejak 2019 dinilai Menkes langkah maju dari transformasi kesehatan yang dicanangkan pemerintah pusat," kata Wagub Rohmi.
Intervensi kesehatan masyarakat yang dikerjakan oleh kader Posyandu Keluarga di desa, sejalan atau inline dengan program transformasi kesehatan Kemenkes. Sehingga NTB dinilai layak menjadi model (pilot project) di Lombok Utara dan Bima dalam penerapan transformasi kesehatan nasional.
Salah satunya adalah penguatan layanan kesehatan dasar di Posyandu Keluarga dan Puskesmas. Wagub menjelaskan perkembangan Posyandu Keluarga se NTB yang telah mencapai 7. 656 unit per April 2022.
Sedangkan pengisian data EPPBGM tahun 2021 sebesar 99 persen dari kasus stunting sebanyak 19,23 persen dan di tahun 2022 sebesar 93 persen dengan program penanganan kasus stunting sebanyak 22,30 persen.
Sementara kasus kematian ibu, dari 144 kasus di tahun 2021 saat ini tercatat 40 kasus per April 2022. Sedangkan kematian bayi, tercatat sebanyak 250 kasus per April 2022 dari 811 kasus di tahun sebelumnya yang dinilai sebagai keberhasilan intervensi Posyandu Keluarga.