Adegan awal tersangka saat menuju TKP. (IDN Times/ Muhammad Nasir)
Kadek menyebutkan ada 27 adegan yang diperagakan tersangka S. Mulai dari tersangka berada di luar rumah korban atau tepatnya berada di tempat proyek tersangka bekerja. Karena kebetulan sedang mengerjakan pembangunan rumah yang terletak persis di depan rumah korban.
Pada adegan awal, tersangka dan korban masih sempat mengobrol santai di ruang dapur sambil bercanda-canda, karena keduanya sudah menjalin hubungan pacaran. Saking dekatnya hubungan korban dan tersangka sehingga jauh sebelumnya sudah melakukan hubungan badan. Tersangka sendiri mengaku masih bujang alias belum beristri kepada korban.
Dalam salah satu adegan tersebut korban sempat meminta tersangka untuk segera dinikahi lantaran korban sudah merasa telat datang bulan. Korban takut akan berbuah kehamilan atas perbuatan keduanya.
Tepat pada adegan 8 sampai 15, korban memperagakan pembicaraan mulai memanas. Hingga terjadi pemukulan pada mulut korban lantaran tangan kanan tersangka digigit oleh korban sebagai bentuk kekesalan atas pengakuan tersangka yang telah mempunyai istri.
Di sinilah mereka mulai cekcok serius. Bahkan tersangka seakan terpojok, korban meluapkan kekesalan dengan menggigit jari tangan kanan tersangka. Sehingga mengakibatkan mulut korban dipukul menggunakan tangan kiri dengan keras hingga mengakibatkan gigi korban patah.
Pada adegan 16 sampai 27, situasi semakin panas, tersangka mulai panik hingga melakukan sesuatu yang mengarah kepada menghilangkan nyawa korban. Tersangka mengakui bahwa setelah dipukul korban lalu diseret ke kamar mandi dan dibenturkan kepala korban ke dinding tembok kamar mandi. Akibatnya korban lemas dan tak berdaya menahan rasa sakit di kepala bagian belakang.
Saking paniknya, tersangka mengambil kain yang digunakan untuk mengikat tangan, leher, mulut dan hidung korban. Setelah itu, tersangka keluar meninggalkan rumah korban.
"Seluruh adegan yang diperagakan sangat sesuai baik dari hasil olah TKP pertama, pengakuan tersangka maupun hasil autopsi terhadap korban yang dilakukan Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB," ungkap Kadek.