Rute Pawai Takbiran dan Lokasi Salat Idul Fitri di Kupang

- Polresta Kupang Kota menyiapkan 371 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Turangga 2026 untuk mengamankan malam takbiran dan salat Idul Fitri di seluruh wilayah kota.
- Pawai takbiran bertema Kupang Bertakbir Season 3 akan melalui rute utama dari Bundaran Tirosa dan kembali ke titik awal dengan pengamanan ketat serta imbauan tertib lalu lintas.
- Salat Idul Fitri digelar di enam lapangan dan 22 masjid di Kota Kupang, sementara umat Muhammadiyah telah lebih dulu melaksanakan salat Id dengan suasana aman dan khusyuk.
Kupang, IDN Times - Umat Islam di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan menyambut Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan takbiran dan Salat Id. Sejumlah titik untuk salat Idul Fitri sudah dipersiapkan hingga dengan rute pawai takbiran keliling sudah dipersiapkan agar berlangsung semarak.
Polresta Kupang Kota juga akan menyiagakan ratusan personel untuk mengamankan perayaan ini dengan mengerahkan 371 personel gabungan dari Polresta dan BKO Polda NTT, termasuk Satbrimob khusus untuk mengamankan malam takbiran pada Jumat (20/3/2026). Pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Turangga 2026 dan akan berlanjut juga untuk pengamanan salat Idul Fitri.
1. Rute pawai takbiran

Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Djoko Lestari, mengatakan rute pawai takbiran bertajuk Kupang Bertakbir Season 3 akan bermula dan berakhir di Bundaran Tirosa. Rute yang akan dilalui para peserta takbiran ini berada di ruas jalan utama dalam Kota Kupang melalui pengamanan polisi agar berjalan aman dan tertib.
Rute yang akan dilintasi ini ialah : Bundaran Tirosa → Jalan Pulau Indah → Jalan Timor Raya Oesapa → Strat A → Jalan Ahmad Yani → Gereja Katedral → Taman Fontein → Jalan Moch. Hatta hingga Sudirman Kuanino → Jalan Soeharto (simpang Toko Hero) → Jalan El Tari → Jalan Frans Seda → kembali ke Bundaran Tirosa.
Ia mengimbau para peserta takbiran maupun masyarakat yang akan berpartisipasi untuk mematuhi aturan lalu lintas, tidak kebut-kebutan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami ingin seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri berjalan dengan aman dan penuh suka cita. Personel kami mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas terhadap pelanggaran,” pesan Djoko Lestari, dalam keterangan yang diterima Jumat (20/3/2026).
2. Pakai 6 lapangan untuk salat Idul Fitri

Ketua Pengurus Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kupang, Bustaman, juga mengajak warga untuk meramaikan takbiran bertemakan Kasih di Hari yang Fitri ini sebagai simbol kebersamaan di Kota Kupang yang dikenal sebagai Kota Kasih.
Untuk lapangan yang akan jadi lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini, Sabtu (21/3/2026), digelar di enam lapangan dan 22 masjid. Ia menyatakan jumlah lapangan yang akan digunakan tahun ini memang lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya karena faktor cuaca dan pertimbangan teknis. Lokasi lapangan di Kota Kupang yang digunakan, yaitu
- Lapangan Korem
- Lapangan Asrama Tentara Kuanino
- Lapangan Polda NTT
- Lapangan Lanud El Tari
- Lapangan TNI Angkatan Laut
- Lapangan Brimob NTT
Adapun lokasi yang tidak digunakan seperti tahun sebelumnya ialah lapangan Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur, Lapangan Kantor Wali Kota Kupang, Halaman parkir Lippo Mall, dan Pelabuhan Tenau.
“Masyarakat yang tidak melaksanakan di lapangan bisa melaksanakan salat di 22 masjid sesuai data kami,” jelas Bustaman.
3. Warga Muhammadiyah Kupang telah merayakan Idul Fitri

Sebelumnya, Kapolsek Kota Raja AKP Leyfrids D. Mada melaporkan pengawalan pelaksanaan salat Idul Fitri yang telah dilakukan oleh umat muslim Muhammadiyah di Kota Kupang seperti di Masjid KH Ahmad Dahlan, Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Jumat (20/3/2026).
Salat Id atau Idul Fitri ini berlangsung khidmat, aman dan tertib dengan dukungan personel Polresta Kupang Kota dan Polda NTT yang berjaga sejak di pintu masuk, area masjid, serta mengatur lalu lintas dan parkir kendaraan.
Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra secara terpisah menegaskan pengamanan perayaan Idul Fitri ini untuk memastikan kenyamanan masyarakat dalam beribadah. Ia mengapresiasi juga kerja sama masyarakat dalam menjaga suasana tetap kondusif selama perayaan.


















