Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pria di Kupang Tewas Dilempar Batu saat Mengemudi Pikap
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
  • Seorang ayah bernama Marvel Jesrony Melky Mbau tewas setelah kepalanya terkena lemparan batu saat berkendara bersama keluarga menuju pasar di Jalan Timor Raya, Kupang.
  • Korban sempat dibawa ke dua rumah sakit untuk mendapat perawatan, namun meninggal dunia karena ruang operasi penuh dan kondisi luka di kepala semakin parah.
  • Polisi membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kasus ini, mengamankan barang bukti berupa batu dan pakaian korban, serta memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
23 Juni 2026

Sekitar pukul 03.00 WITA, Marvel Jesrony Melky Mbau dilempar batu oleh orang tak dikenal saat berkendara bersama keluarga di Jalan Timor Raya Kilometer 45, Kupang. Ia sempat menepikan mobil sebelum pingsan akibat luka di kepala.

24 Juni 2026

Marvel meninggal dunia pada pukul 11.40 WITA setelah gagal mendapat tindakan operasi karena ruang perawatan penuh di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang.

Juni 2026

Polisi membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kasus pelemparan batu dan mengamankan barang bukti berupa batu serta pakaian korban.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang ayah bernama Marvel Jesrony Melky Mbau tewas setelah kepalanya terkena lemparan batu oleh orang tak dikenal saat berkendara bersama keluarga menuju pasar di Kupang.
  • Who?
    Korban adalah Marvel Jesrony Melky Mbau (45), warga Kelurahan Manulai II, Kota Kupang. Ia bersama istri Doly Maa dan anak angkatnya. Polisi dari Polsek Fatuleu menangani penyelidikan kasus ini.
  • Where?
    Kejadian terjadi di Jalan Timor Raya Kilometer 45, Kelurahan Camplong I, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Insiden berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026 sekitar pukul 03.00 WITA. Korban meninggal dunia pada Rabu, 24 Juni 2026 pukul 11.40 WITA.
  • Why?
    Pelemparan batu dilakukan oleh pelaku yang hingga saat ini masih belum diketahui motif maupun identitasnya. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap alasan kejadian tersebut.
  • How?
    Batu berukuran sebesar genggaman tangan orang dewasa dilempar dari sisi kanan jalan dan mengenai kepala korban melalui jendela mobil yang terbuka. Korban sempat menepikan kendaraan sebelum kehilangan kesadaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Seorang ayah di Kupang naik mobil sama istri dan anaknya mau ke pasar pagi-pagi. Tiba-tiba ada orang jahat lempar batu ke kepalanya sampai luka parah. Ayah itu sempat berhenti tapi lalu pingsan. Polisi datang bantu bawa ke rumah sakit, tapi ruang operasi penuh dan ayah itu meninggal. Sekarang polisi cari siapa yang lempar batu itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Seorang pria bernama Marvel Jesrony Melky Mbau (45) asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban pelemparan batu oleh orang tak dikenal (OTK) pada Selasa dini hari (23/6/2026). Saat itu korban tengah mengemudi menuju pasar bersama keluarga untuk berdagang.

Peristiwa itu terjadi ketika korban bersama istri dan anak angkatnya yang masih berusia 4 tahun tengah melintasi Jalan Timor Raya Kilometer 45, Kelurahan Camplong I, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Saat mengemudikan mobil pikap seperti biasa, tiba-tiba kepalanya dihantam batu yang dilempar dengan keras.

1. Sempat menepikan mobil sebelum pingsan

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat

Kapolsek Fatuleu, Iptu Markus Tameno, mengungkap korban bersama keluarganya menuju Pasar Takari untuk berjualan. Satu keluarga ini berdomisili di Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang dan menggunakan mobil pikap dari rumahnya ke pasar.

"Pelakudiduga melempar batu kali berukuran sebesar genggaman tangan orang dewasa dari sisi kanan jalan," kata dia.

Akibatnya, Marvel mengalami luka serius pada bagian kanan kepalanya karena saat kejadian kaca jendela di sisi pengemudi dalam keadaan terbuka. "Namun begitu korban masih sempat menepikan mobil sebelum akhirnya kehilangan kesadaran," dia menambahkan.

2. Tak sempat operasi karena ruangan penuh

ilustrasi pasien di rumah sakit (pexels.com/Anna Shvets)

Usai kejadian, Doly Maa selaku istri korban menghubungi kerabat mereka yang juga saat kejadian sedang bertugas sebagai Kepala SPKT Polsek Fatuleu. Petugas kemudian mendatangi lokasi kejadian, memeriksa kondisi korban dan tempat kejadian perkara lalu segera mengevakuasinya ke RSUD Naibonat.

Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 04.00 WITA dan sempat mendapat penanganan medis. "Korban sempat muntah darah sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan mobil patroli," jelasnya lagi.

Kondisi korban terus memburuk hingga dipindahkan ke RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Namun begitu ruang operasi dan ruang perawatan sedang penuh sehingga operasi tak dapat segera dilakukan. Keluarga hendak membawa Marvel ke RS Ben Mboi atau RS Siloam Kupang, namun korban kemudian pria tersebut meninggal dunia pada Rabu (24/6/2026) pukul 11.40 WITA.

3. Polisi bentuk tim gabungan

Ilustrasi polisi. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Kapolsek Fatuleu juga menyatakan penyelidikan sudah dilakukan dan tim gabungan juga sudah dibentuk merespons laporan polisi bernomor LP/B/13/VI/2026/SPKT/Polsek Fatuleu/Polda NTT. Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta visum, memeriksa saksi-saksi, dan mengidentifikasi jenazah korban.

"Dan barang bukti berupa satu batu kali yang diduga digunakan pelaku serta pakaian korban juga sudah diamankan," tambahnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur yang sepi, terutama pada malam hingga dini hari, sementara pihaknya melangsungkan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.

Editorial Team

Related Article