Demo mahasiswa di depan Kantor Gubernur NTB, Senin (1/7/2024). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Hingga pukul 12.00 WITA, Pj Gubernur NTB Hassanudin tidak menemui massa aksi. Pj Gubernur diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB Fathul Gani menemui massa aksi.
Namun, massa aksi menolak perwakilan dari Pemprov NTB. Mereka ngotot untuk ditemui Pj Gubernur NTB Hassanudin.
Sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian dari Polresta Mataram yang mengamankan aksi unjuk rasa tersebut namun situasi dapat dikendalikan.
Terkait persoalan krisis air bersih di Gili Meno dan Gili Trawangan, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan kepada Pj Gubernur NTB.
Pertama, memberikan jaminan akses air kepada masyarakat Gili Trawangan dan Gili Meno yang sampai saat ini mengalami krisis air dan menghentikan komersialisasi air yang disebabkan kebijakan Bupati Lombok Utara dan jajarannya.
Kedua, melindungi masyarakat Gili Trawangan dan Gili Meno yang ditindas dan diancam oleh Bupati Lombok Utara dan jajarannya karena menolak aktivitas pengeboran PT TCN yang membahayakan lingkungan, mencemari laut, dan merusak terumbu karang di sekitar gili.
Ketiga, mendesak Pj Gubernur NTB untuk mewujudkan komitmen perbaikan dan perlindungan lingkungan hidup di NTB.
Keempat, segera menyelesaikan permasalahan dan berikan solusi yang fundamental penyediaan air bersih di Gili Tramena dengan tidak merusak lingkungan hidup, tidak bertendensi kepentingan pribadi dan golongan.
Mahasiswa juga mendorong kemandirian PDAM dalam memberikan dan menjamin kebutuhan dasar air bersih, sebagai upaya untuk memaksimalkan peran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lombok Utara.
Kemudian menghentikan kriminalisasi pergerakan rakyat atas perlawanan dalam Upaya menuntut hak-hak nya dan menjaga keberlanjutan ruang hidup, ruang tangkap dan ruang kelola rakyat.
Selain itu, mewujudkan komitmen perbaikan dan perlindungan lingkungan hidup sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Lengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup.
Kemudian memastikan pemerataan akses sumber air bersih yang ada di NTB serta penyelamatan 283 pulau-pulau kecil yang ada di NTB.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB Fathul Gani mengatakan persoalan air bersih di Gili Trawangan menjadi atensi Pemprov NTB.
"Untuk saat ini memang kita bagaimanapun caranya kita harus mengedepankan masyarakat bisa terlayani kebutuhan dasar terutama air," kata Fathul.
Ia mengatakan pemerintah pusat dan Pemprov NTB akan memback up Pemda Lombok Utara menyelesaikan persoalan air bersih di Gili Trawangan. Dihentikannya sementara pengeboran PT TCN terkait proses perizinan.
Ke depan, kata Fathul, pengelolaan air bersih di Gili Trawangan sebaiknya dikelola pemerintah daerah melalui PDAM. Dengan dikelola PDAM, bukan berarti menutup peluang kerja sama dengan pihak ketiga dalam penyediaan air bersih di Gili Trawangan. Tetapi PDAM bisa bekerja sama dengan pihak ketiga.