Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penumpang Keluhkan Antrean hingga 5 Jam di Pelabuhan Kayangan
Puluhan antrean roda dan roda empat di pelabuhan Kayangan menunggu naik ke kapal(IDN Times/Ruhaili)
  • Penumpang di Pelabuhan Kayangan mengeluhkan antrean hingga 5 jam yang sudah terjadi selama dua hingga tiga bulan terakhir, membuat jadwal perjalanan mereka terganggu.
  • Keterbatasan jumlah dermaga menyebabkan hanya delapan dari 28 kapal yang beroperasi setiap hari, sehingga banyak kapal belum dimanfaatkan optimal untuk penumpang dan logistik.
  • ASDP menjelaskan kepadatan disebabkan oleh libur sekolah, peningkatan kendaraan logistik, gangguan teknis kapal, serta cuaca buruk yang memperlambat proses sandar dan keberangkatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lombok Timur, IDN Times — Antrean panjang kembali mewarnai penyeberangan kapal feri di lintasan Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, menuju Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat. Para penumpang mengeluhkan waktu tunggu yang mencapai 3 hingga 5 jam untuk bisa naik kapal.

Kondisi tersebut dinilai sangat membebani para pengguna jasa penyeberangan, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal perjalanan yang ketat. Menurut keluhan penumpang, antrean panjang ini telah berlangsung selama dua hingga tiga bulan terakhir.

1. Diduga adanya pengaturan bongkar muat

Kondisi antrean di pelabuhan Kayangan (IDN Times/Ruhaili)

Salah seorang penumpang, Saparudin, mengungkapkan kebingungannya atas lamanya waktu antrean yang harus dilalui akhir-akhir ini.

"Kami heran sekarang kok lama sekali kita menunggu, rata-rata 3-5 jam, ini terjadi sudah sejak dua tiga bulan lalu," ujar Saparudin dengan nada kesal.

Para penumpang menduga adanya pengaturan baru terkait bongkar muat kapal serta pembatasan kapal berlayar.

"Infonya ada pengaturan pembatasan kapal berlayar, supaya kapal bisa maksimal memuat penumpang," imbuhnya.

Selain itu, keluhan juga muncul terkait penerapan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang dinilai kurang efektif dan justru memakan waktu lama. Seorang penumpang bernama Subari yang rutin bolak-balik Bima-Mataram mengaku waktu penyeberangan yang tak menentu sering kali membuatnya kesulitan memperkirakan jadwal perjalanan.

2. Dermaga yang terbatas

Suasana di Pelabuhan Kayangan Lotim, penyebrangan berlangsung lancar (IDN Times/Ruhaili)

Para pengguna jasa menilai kondisi tersebut lebih menguntungkan pemilik kapal, tetapi sangat merugikan penumpang yang harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre. Mereka berharap otoritas pelabuhan segera mengambil langkah konkret agar waktu tunggu penyeberangan dapat dipangkas.

Di sisi lain, keterbatasan jumlah dermaga disebut menjadi hambatan utama dalam pelayanan penyeberangan. Dari sekitar 28 kapal yang siap beroperasi, rata-rata hanya delapan kapal yang dapat melayani penyeberangan setiap hari sehingga sekitar 20 kapal belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melayani penumpang maupun distribusi logistik antarpulau.

3. Disebabkan karena libur sekolah dan cuaca

General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi(IDN Times/Ruhaili)

Menanggapi keluhan ini, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi menjelaskan bahwa kepadatan antrean terjadi pada akhir pekan ini, yang dipengaruhi oleh meningkatnya arus libur sekolah serta tingginya pergerakan kendaraan logistik.

"Di lintas Kayangan dan Poto Tano terjadi kepadatan antrean pada akhir pekan ini, yang dipengaruhi oleh meningkatnya arus libur sekolah serta tingginya pergerakan kendaraan logistik," ujar Erlys.

Erlys juga membeberkan faktor operasional yang turut memperparah kondisi, yaitu salah satu armada kapal mengalami gangguan teknis setelah proses pemuatan sehingga muatan harus dibongkar kembali. Hal ini berdampak pada terganggunya jadwal operasional kapal dan kelancaran arus penyeberangan.

"Selain itu, kondisi cuaca berupa angin dan gelombang yang cukup kuat mengharuskan kapal melakukan manuver sandar dan lepas sandar dengan lebih hati-hati demi mengutamakan aspek keselamatan, sehingga waktu pelayanan menjadi lebih panjang," tambahnya.

Kombinasi peningkatan volume kendaraan, gangguan operasional, dan faktor cuaca tersebut mengakibatkan antrean kendaraan di Pelabuhan Kayangan menjadi lebih padat dibandingkan kondisi normal.

Editorial Team

Related Article