Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pedagang Ketupat Dadakan Menjamur di Mataram, Omzet Rp3 Juta per Hari

Pedagang Ketupat Dadakan Menjamur di Mataram, Omzet Rp3 Juta per Hari
Warga berburu ketupat di Jalan Airlangga Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pedagang ketupat dadakan ramai bermunculan di Jalan Airlangga dan Majapahit Mataram saat Lebaran Topat, dengan omzet harian mencapai Rp3–5 juta per pedagang.
  • Pemerintah Kota Mataram menilai kawasan tersebut berpotensi menjadi destinasi wisata kuliner baru karena kreativitas warga yang menjual ketupat dan opor ayam musiman.
  • Selama libur lebaran 2026, objek wisata religi dan pantai seperti Loang Baloq dipadati pengunjung, dengan target kunjungan wisatawan tahun ini sekitar 500 ribu orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mataram, IDN Times - Pedagang ketupat dadakan menjamur pada Lebaran Topat di Kota Mataram, Sabtu (28/3/2026). Sepanjang Jalan Airlangga yang berada di Kelurahan Punia, Kecamatan Kota Mataram dan Jalan Majapahit depan Taman Budaya NTB disulap oleh warga menjadi pusat kuliner makanan ketupat dan opor ayam.

Salah seorang pedagang ketupat, Suryani mengatakan dia mulai berjualan ketupat sejak Jumat (27/3/2026) kemarin. Dia mengatakan warga berjualan ketupat pada setiap menjelang lebaran Topat dan Hari Raya Idul Adha selama dua hari. Puluhan lapak pedagang berjejer di pinggir Jalan Airlangga dan Jalan Majapahit.

"Saya jualan ketupat selama dua hari, sejak kemarin sampai hari ini menjelang lebaran Topat. Begitu juga pada hari Raya Idul Adha, dua hari," kata Suryani.

1. Omzet mencapai Rp3 juta per hari

IMG-20260328-WA0038.jpg
Deretan pedagang ketupat musiman di Jalan Airlangga Kota Mataram, Sabtu (28/3/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia menyebut omzet jualan ketupat mencapai Rp3 juta per hari. Namun, jika ketupat yang dijual dibuat sendiri, maka omzetnya mencapai Rp4 juta sampai Rp5 juta. Pada setiap momen Lebaran Topat dan Hari Raya Idul Adha, masyarakat dari berbagai penjuru Kota Mataram akan datang beramai-ramai membeli ketupat dan opor ayam.

"Biasanya jualan dari pagi sampai malam. Warga Punia saja yang jualan di sini. Warga yang jualan dari Jalan Majapahit sampai Jalan Airlangga," jelasnya.

Warga yang berjualan rata-rata merupakan ibu rumah tangga. SurYani berharap ke depan Pemkot Mataram menyiapkan lapak yang lebih bagus. Karena lokasi jualan di pinggir jalan, kondisi arus lalu lintas di tempat tersebut menjadi macet, namun kata dia masyarakat sudah memahami.

"Sangat terbantu ekonomi dengan adanya ini. Jualan topat ini musiman dan rata-rata ibu rumah tangga," tuturnya.

2. Wisata kuliner baru di Kota Mataram

IMG-20260328-WA0039.jpg
Pedagang ketupat musiman di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan Jalan Airlangga dan Majapahit berpotensi menjadi wisata kuliner baru di Kota Mataram. Dia mengatakan kreativitas masyarakat tersebut disambut baik oleh pemerintah Kota Mataram.

"Itu bagus menjadi potensi kuliner baru di Jalan Airlangga Punia dan Majapahit Kota Mataram. Kita senang masyarakat memiliki kreativitas sesuai permintaan pasar," kata dia.

Cahya menjelaskan dulunya masyarakat membuat ketupat sendiri, namun masyarakat perkotaan lebih memilih berbelanja. Sehingga, keberadaan pedagang ketupat dadakan cukup membantu masyarakat yang ingin menikmati kuliner pada momen Lebaran Topat.

"Kita lihat juga mereka sudah mulai menyiapkan tempat duduk untuk makan di tempat. Ke depan kita harus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan karena itu berhubungan juga dengan arus lalu lintas," ujarnya.

3. Objek wisata religi dan pantai diserbu wisatawan saat libur lebaran

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra (IDN Times/Muhammad Nasir)

Cahya mengungkapkan selama libur lebaran 2026, objek wisata religi dan pantai diserbu oleh wisatawan di Kota Mataram. Salah satunya, Taman Wisata Pantai Loang Baloq Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

"Masyarakat setelah melaksanakan salat Idul Fitri, mereka datang ke makam-makam yang ada di Kota Mataram seperti Makam Bintaro dan Loang Baloq," tuturnya.

Terkait target kunjungan wisatawan tahun 2026, Cahya menyebutkan sebanyak 500 ribu. Pihaknya tidak berani memasang target terlalu tinggi karena kondisi global yang masih tidak menentu akibat perang di Timur Tengah. Selain itu, akibat efisiensi anggaran, event pariwisata di Kota Mataram juga tidak sebanyak tahun sebelumnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More