Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kekeringan NTB Kian Meluas, Ratusan Ribu Warga Terancam Krisis Air
Ilustrasi bencana kekeringan. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Kekeringan melanda 227 desa/kelurahan di 66 kecamatan, 9 kabupaten/kota NTB, berdampak pada 84.837 KK atau 263.310 jiwa hingga 24 September 2026.
  • Pemda, instansi terkait, dan swasta telah menyalurkan 3.405.400 liter air bersih; BPBD NTB menyiapkan cadangan 200 tangki atau 1 juta liter untuk Lombok dan Sumbawa.
  • NTB berstatus siaga darurat, sementara Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Bima tanggap darurat; BPBD belum mengajukan dana BTT karena kebutuhan masih tercukupi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Bencana kekeringan di Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat bencana kekeringan melanda 227 desa/kelurahan yang tersebar di 66 kecamatan pada 9 kabupaten/kota hingga 24 September 2026.

Jumlah masyarakat NTB terdampak kekeringan sebanyak 84.837 KK atau 263.310 jiwa. Pemda kabupaten/kota bersama instansi terkait dan pihak swasta telah mendistribusikan sebanyak 3.405.400 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.

Sementara, Pemprov NTB melalui BPBD telah menyiapkan bantuan 200 tangki atau 1 juta liter air bersih bagi masyarakat terdampak jika Pemda kabupaten/kota sudah kewalahan. Bantuan 200 tangki air bersih tersebut dialokasikan sebanyak 100 tangki pada APBD murni 2026 dan 100 tangki pada APBD Perubahan 2026.

"Jadi untuk Pulau Sumbawa 100 tangki dan Pulau Lombok 100 tangki. Nanti sesuai yang minta pendistribusiannya," kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (19/9/2026).

1. Puncak musim kemarau di NTB pada bulan September

Distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak bencana kekeringan di Lombok Barat. (dok. Istimewa)

Sadimin menjelaskan satu tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter. Sehingga, 200 tangki air bersih yang disiapkan jumlahnya sebanyak 1 juta liter. Meskipun bencana kekeringan di NTB semakin meluas, namun distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak masih bisa ditangani Pemda kabupaten/kota bersama lembaga terkait dan pihak swasta.

Mereka mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di 9 kabupaten/kota. Jika Pemda susah kewalahan, maka BPBD NTB akan mendistribusikan bantuan 200 tangki air bersih kepada kabupaten/kota sesuai dengan permintaan. "Nanti yang tidak dicover kabupaten/kota dari BPBD bantuan air bersihnya," kata dia.

Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau di NTB pada bulan Agustus dan September. BMKG juga memprediksi hujan di bawah normal di wilayah NTB akannteejadi sampai bulan Desember. Beberapa wilayah, kata Sadimin, sudah mulai turun hujan.

2. Belum ajukan dana BTT

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Eks Kepala Dinas PUPRPKP NTB itu menambahkan bahwa BPBD NTB belum mengajukan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengatasi dampak kekeringan. Saat ini, kata dia, Pemprov NTB telah menetapkan status siaga darurat kekeringan bersama 6 kabupaten/kota lainnya di wilayah NTB.

Sedangkan tiga kabupaten yaitu Sumbawa Barat, Sumbawa dan Bima telah metaokan status tanggap darurat kekeringan. "Nanti kalau kebutuhannya emergency kita usulkan melalui BTT. Sementara kita masih bisa cover dan anggaran masih mencukupi," kata dia.

Sebelumnya, Pemda kabupaten/kota telah mengusulkan pembangunan 106 titik sumur bor mengantisipasi dampak kekeringan. Sadimin mengungkapkan, ada beberapa kabupaten/kota seperti Sumbawa yang sudah mendapatkan bantuan pembangunan 10 titik sumur bor dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

3. Rincian jumlah masyarakat terdampak kekeringan per kabupaten/kota di NTB

Warga Dusun Batu Samban Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah antre menerima bantuan air bersih, Senin (27/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Pemprov NTB menetapkan status siaga darurat kekeringan karena kondisi musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino, serta meluasnya wilayah yang masuk dalam Level Siaga hingga Awas akibat Hari Tanpa Hujan (HTH) yang kian memanjang.

Sadimin merincikan jumlah daerah dan masyarakat terdampak kekeringan pada 9 kabupaten/kota di NTB berdasarkan data per 14 September 2026. Antara lain:

​​Lombok Utara : kekeringan melanda 18 desa pada 5 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak 5.515 KK atau 17.855 jiwa. Pemda Lombok Utara telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan distribusi air bersih sebanyak 200 ribu liter.

​​Lombok Timur : kekeringan melanda 41 desa pada 7 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak 33.910 KK atau 92.950 jiwa. Pemda Lombok Timur telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan distribusi air bersih sebanyak 40 ribu liter.

​​Sumbawa Barat : kekeringan melanda 8 desa pada 3 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak 1.680 KK atau 6.765 jiwa. Pemda Sumbawa Barat telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 1.350.000 liter.

​Kota Bima : kekeringan melanda 9 desa pada 4 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 1.129 KK atau 3.287 jiwa.

​​Bima : kekeringan melanda 43 desa pada 14 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 9.222 KK atau 28.894 jiwa. Pemda Bima telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 320 ribu liter.

Lombok Barat : kekeringan melanda 21 desa pada 6 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 7.474 KK atau 22.030 jiwa. Pemda Lombok Barat telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 55.400 liter.

Lombok Tengah : kekeringan melanda 45 desa pada 9 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 11.232 KK atau 33.695 jiwa. Pemda Lombok Tengah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 460 ribu liter.

Sumbawa : kekeringan melanda 25 desa pada 13 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 10.703 KK atau 42.728 jiwa. Pemda Sumbawa telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 640 ribu liter.

​​Dompu : kekeringan melanda 10 desa pada 4 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 2.235 KK atau 8.940 jiwa. Pemda Dompu telah metaokan status siaga darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 340 ribu liter.

Curated For You

Editorial Team

Related Article