Pintu masuk Bandara Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kalsum mengatakan kejadian yang menjadi perhatian publik tersebut terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026 sekitar pukul 12:00 WITA. Dimana, mobilnya dipinjam oleh Supiandi untuk menjemput ibunya yang baru pulang dari Malaysia sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).
Dia mengaku khilaf karena kurang memahami bahwa mobil yang sudah menggunakan atribut atau stiker BGN tidak seharusnya digunakan untuk kepentingan pribadi. Meski, kata dia, secara status belum resmi terkait kerja sama dengan dapur MBG.
"Oleh karena itu, saya dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati membantah berita yang mengatakan bahwa mobil MBG digunakan secara resmi untuk kepentingan pribadi. Karena faktanya, mobil ini belum bekerjasama dengan pihak MBG," kata dia.
Dia meminta maaf kepada BGN atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kejadian tersebut. Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak atas beredarnya video yang menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
"Kejadian ini menjadi pelajaran yang berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati dan memahami aturan yang berlaku ke depannya," tambahnya.
Kalsum menambahkan bahwa mobilnya masih belum memiliki STNK dan nomor polisi. Mobil tersebut masih menggunakan plat kendaraan sementara karena masih dalam proses pengurusan administrasi di dealer. Dia menegaskan bahwa mobil tersebut masih belum menjadi bagian operasional MBG.
Sementara, Supiandi juga menyampaikan permohonan maaf terkait beredarnya mobil yang menggunakan stiker BGN untuk menjemput ibunya di Bandara Internasional Lombok yang baru pulang dari Malaysia. "Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada BGN dan calon mitra yang akan menggunakan mobil ini dan kepada seluruh masyarakat Indonesia," kata dia.