- Desa Terong: 621 Jiwa (147 KK)
- Desa Lamahala Jaya: 544 Jiwa (104 KK)
- Desa Moton Wutun: 55 Jiwa (10 KK)
- Desa Watobuku: 32 Jiwa (8 KK)
- Desa Dawa Ta'a: 31 Jiwa (6 KK)
- Kel. Waiwerang Kota: 18 Jiwa (7 KK)
- Desa Ipi Ebang: 8 Jiwa (2 KK)
- Desa Karing Lamalouk: 4 Jiwa (1 KK)
Terdampak Gempa, Ribuan Warga di Adonara Butuh Bantuan Logistik

- Sebanyak 1.313 warga di Pulau Adonara terdampak gempa magnitudo 4,7 dari Larantuka, tersebar di delapan desa tanpa korban jiwa namun 18 orang luka ringan.
- BPBD Flores Timur fokus memenuhi kebutuhan dasar pengungsi dengan distribusi kasur, selimut, beras, dan tenda, sementara air bersih serta perlengkapan bayi masih sangat dibutuhkan.
- Tercatat 257 bangunan rusak termasuk rumah warga, SPBU Waiwerang, dan Masjid Jami Al-Ma’ruf di Lamahala Jaya; Desa Terong jadi wilayah dengan kerusakan terparah.
Kupang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat 1.313 jiwa di Pulau Adonara terdampak langsung gempa bumi yang bersumber dari Larantuka sejak Rabu malam (8/4/2026).
Kepala BPBD Flores Timur Ferdy Moat Aeng menyatakan data ini dirampungkan pada Jumat malam (10/4/2026). Ribuan warga, kata dia, sementara mengungsi menjauhi rumah dan bangunan yang rusak maupun rapuh serta trauma dengan gempa susulan. Para pengungsi juga butuh logistik terutama air bersih.
1. Delapan desa terdampak

Para pengungsi ini tersebar di delapan desa yang berada di dua kecamatan terdampak pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 4.7 yang mengguncang wilayah Flores Timur Rabu lalu dan terus terjadi gempa susulan hingga saat ini, Sabtu (11/4/2026).
Tak ada korban jiwa dalam gempa bumi yang beruntun terjadi namun terdapat 18 orang yang mengalami luka ringan.
Berdasarkan data korban atau pengungsian per desa jumlahnya meliputi :
"Lokasi pengungsian terkonsentrasi di delapan desa, dengan jumlah terbanyak berada di Desa Terong dan Desa Lamahala Jaya," ungkap dia.
Fokus utama saat ini, kata dia, adalah memastikan keselamatan warga dan memenuhi kebutuhan dasar di titik-titik pengungsian.
2. Air bersih hingga popok masih dibutuhkan

BPBD Flores Timur telah mendistribusikan berbagai kebutuhan mendesak ke lokasi-kasus pengungsian. Namun saat ini yang paling dibutuhkan para pengungsi ialah pasokan air bersih, perlengkapan bayi dan balita (popok), serta perlengkapan mandi.
"Untuk itu kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait agar distribusi logistik tepat sasaran,
Sementara ini yang telah didistribusikan ialah 400 unit kasur lipat dan matras, 400 selimut, serta 200 paket hygiene kit. Selain itu, beras sebanyak 200 karung ukuran 5 kg dan 200 botol minyak kayu putih. Pihaknya juga telah menurunkan 14 unit tenda pengungsi dan keluarga dan 20 lembar terpal berbagai ukuran.
"Sementara kami imbau masyarakat agar tetap tenang dan mewaspadai potensi gempa susulan mengingat gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif," kata dia.
3. Rumah, SPBU dan masjid ikut terdampak

Ia juga mencatat adanya 257 unit bangunan yang terdiri dari rumah warga dan fasilitas umum (fasum) yang mengalami kerusakan. Sebelumnya tercatat dua desa yaitu Desa Terong dan Desa Lamahala Jaya jadi wilayah paling parah dampaknya.
Desa Terong saat itu tercatat sebanyak 137 rumah warga terdampak, terdiri dari 33 rumah rusak berat dan 104 rumah rusak ringan. Sementara di Desa Lamahala Jaya sedikitnya 49 rumah mengalami kerusakan.
Selain rumah warga, gempa juga merusak fasilitas umum berupa SPBU 02 Waiwerang dan bagian depan Masjid Jami Al-Ma'ruf di Desa Lamahala Jaya.
















![[QUIZ] Apakah Anakmu Diam-diam Terluka? Kenali Tandanya dari Kuis ini!](https://image.idntimes.com/post/20260408/pexels-sripadastudios-28991569_bb6d4fd4-8539-4931-93f7-84949f299e20.jpg)

