Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat dalam tinjauan dampak gempa di Nagekeo. (YouTube/Sekretariat Presiden)
Ia menyebut program tersebut berdampak positif terhadap kehadiran dan kebugaran siswa. Menurutnya, kehadiran siswa di sekolah nyaris mencapai 100 persen, sementara kondisi kesehatan dan kebugaran mereka juga dinilai meningkat sejak adanya program MBG.
"Kami sangat mendukung program MBG ini. Saya sudah melakukan survei non formil untuk guru-guru di lokasi jatah MBG. Saya minta mereka survei kehadiran siswa nyaris 100 persen kehadirannya. Tingkat kebugarannya, Bapak Presiden, yang siswanya, dua Minggu sekali pilek, hari ini tidak ada, kebugarannya luar biasa," ungkap dia.
Selain sektor pendidikan dan kesehatan, Simplisius mengatakan survei tersebut juga menemukan adanya penurunan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan dampak ekonomi program MBG yang memberikan penghasilan bagi sejumlah warga yang bekerja di dapur MBG.
"Sekarang berkurang KDRT yang terjadi. Dulu istri tuntut minta uang tapi sekarang punya uang sendiri punya penghasilan dari MBG."
Karena itu, Simplisius berharap program MBG di Nagekeo tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga ditingkatkan. Ia menyebut Nagekeo mendapat jatah 49 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi baru 11 SPPG yang beroperasi.
"Jadi kami berharap MBG untuk wilayah kami, orang boleh bicara apa pun, tapi kami minta perlu ditingkatkan. Kami minta punya jatah 49 (SPPG) hanya 11 yang bergerak. Kami minta skemanya bagaimana untuk mempermudah MBG," tukasnya.