Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bupati Nagekeo Ungkap Peran MBG dalam Penanganan Gempa Flores
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat dalam tinjauan dampak gempa di Nagekeo. (YouTube/Sekretariat Presiden)
  • Bupati Nagekeo Simplisius Donatus meminta program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan saat Presiden Prabowo meninjau dampak gempa Flores pada 26 Agustus 2026.
  • Sebanyak 11 dapur SPPG membantu dapur umum BNPB, di tengah tiga korban meninggal, 131 warga terluka, hampir 10 ribu rumah rusak, serta layanan kesehatan dan sekolah terganggu.
  • Simplisius meminta kuota 49 SPPG direalisasikan dan pemotongan transfer pusat Rp148 miliar dipulihkan; Prabowo mengapresiasi laporan manfaat MBG di lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bupati Nagekeo meminta kelanjutan dan peningkatan program Makan Bergizi Gratis serta pemulihan transfer pusat saat Presiden Prabowo Subianto meninjau dampak gempa Flores.
  • Who?
    Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Presiden Prabowo Subianto, karyawan 11 SPPG, BNPB, BPBD, relawan, TNI, Polri, serta warga terdampak gempa terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Di Kabupaten Nagekeo, wilayah terdampak gempa Flores, termasuk lokasi rapat dan peninjauan bersama Presiden Prabowo Subianto.
  • When?
    Rabu, 26 Agustus 2026, saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan dan rapat terkait dampak gempa Flores.
  • Why?
    Simplisius menyatakan MBG membantu penyediaan makanan siap saji saat bencana dan meminta program diperluas. Ia juga meminta transfer pusat dipulihkan untuk kebutuhan darurat setelah pemotongan Rp148 miliar pada 2026.
  • How?
    Sebelas dapur MBG membantu dapur umum BNPB, sementara bantuan didistribusikan BPBD dengan relawan, TNI, dan Polri menggunakan sepeda motor serta berjalan kaki. Prabowo menyatakan mengapresiasi dukungan terhadap MBG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa di Flores membuat banyak rumah, sekolah, dan tempat berobat rusak. Tiga orang meninggal dan banyak orang terluka. Presiden Prabowo datang melihat keadaan. Bupati Nagekeo bilang dapur Makan Bergizi Gratis membantu memberi makanan. Sekarang ia minta program itu terus jalan karena anak-anak jadi sehat dan rajin sekolah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times -Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, meminta Presiden Prabowo Subianto agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya tetap berjalan. Permintaan tersebut disampaikan Simplisius saat bertemu dan mengikuti rapat bersama Prabowo dalam kunjungan ke sejumlah lokasi terdampak gempa Flores, Rabu (26/8/2026).

Menurut Simplisius, program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah memberikan kontribusi besar dalam penanganan dampak gempa Flores. Ia mengatakan sebelumnya telah melakukan survei untuk melihat dampak pelaksanaan MBG terhadap berbagai sektor di wilayah Nagekeo.

1. Karyawan 11 SPPG bantu di dapur umum

Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, minta MBG lanjut saat Prabowo tinjau dampak gempa di Nagekeo. (YouTube/Sekretaris Presiden)

Awalnya, ia melaporkan kesulitan komunikasi pada dua hari pertama pascagempa karena jaringan terputus. Bencana tersebut juga menyebabkan tiga orang meninggal dunia, 13 warga mengalami luka berat, dan 118 orang lainnya mengalami luka ringan.

Dalam penanganan bencana, ia mengatakan tenaga dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nagekeo turut membantu dapur umum yang sebelumnya dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kami mendapat bantuan besar bahwa dapur umum dari BNPB yang kami punya ini dibantu oleh 11 dapur MBG untuk memberikan makanan siap saji, semua karyawan dari dapur MBG ikut membantu," jelas dia.

Ia kemudian mengatakan distribusi bantuan yang masuk melalui BPBD Nagekeo langsung dilakukan dengan melibatkan relawan, TNI, dan Polri. Proses distribusi dilakukan menggunakan sepeda motor hingga berjalan kaki, termasuk untuk menyalurkan bantuan makanan kepada warga terdampak.

Sementara itu, ia melaporkan kerusakan rumah warga telah mencapai hampir 10 ribu unit. Selain itu, dua rumah sakit tidak dapat memberikan pelayanan di dalam gedung, sementara lima puskesmas tidak dapat beroperasi sama sekali. Kondisi serupa juga terjadi pada sektor pendidikan. Ia menyebut sekitar 85 persen sekolah di Nagekeo tidak dapat berfungsi akibat dampak gempa.

2. Sebut anak di Nagekeo rajin dan sehat karena MBG

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat dalam tinjauan dampak gempa di Nagekeo. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Ia menyebut program tersebut berdampak positif terhadap kehadiran dan kebugaran siswa. Menurutnya, kehadiran siswa di sekolah nyaris mencapai 100 persen, sementara kondisi kesehatan dan kebugaran mereka juga dinilai meningkat sejak adanya program MBG.

"Kami sangat mendukung program MBG ini. Saya sudah melakukan survei non formil untuk guru-guru di lokasi jatah MBG. Saya minta mereka survei kehadiran siswa nyaris 100 persen kehadirannya. Tingkat kebugarannya, Bapak Presiden, yang siswanya, dua Minggu sekali pilek, hari ini tidak ada, kebugarannya luar biasa," ungkap dia.

Selain sektor pendidikan dan kesehatan, Simplisius mengatakan survei tersebut juga menemukan adanya penurunan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan dampak ekonomi program MBG yang memberikan penghasilan bagi sejumlah warga yang bekerja di dapur MBG.

"Sekarang berkurang KDRT yang terjadi. Dulu istri tuntut minta uang tapi sekarang punya uang sendiri punya penghasilan dari MBG."

Karena itu, Simplisius berharap program MBG di Nagekeo tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga ditingkatkan. Ia menyebut Nagekeo mendapat jatah 49 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi baru 11 SPPG yang beroperasi.

"Jadi kami berharap MBG untuk wilayah kami, orang boleh bicara apa pun, tapi kami minta perlu ditingkatkan. Kami minta punya jatah 49 (SPPG) hanya 11 yang bergerak. Kami minta skemanya bagaimana untuk mempermudah MBG," tukasnya.

3. Minta dana transfer pusat tidak dipotong

Basarnas Maumere di lokasi gempa Flores, NTT. (Dok Basarnas Maumere)

Dalam kesempatan yang sama ia berharap pemotongan transfer dari pusat dipulihkan. Nagekeo sendiri, kata dia, mengalami pemotongan hingga Rp 148 miliar pada 2026.

"Kami meminta perhatian Bapak Presiden untuk bisa mengembalikan transfer pusat ini supaya kita bisa mengerjakan hal-hal yang darurat untuk kabupaten Nagekeo di daerah pedalaman," tukasnya.

Prabowo menanggapi soal permintaan Bupati Nagekeo soal dukungan penuh untuk MBG. Ia mengapresiasi apabila ada kenyataan seperti itu di lapangan dan tidak perlu memikirkan kritik-kritik terhadap program tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article