Kupang, IDN Times - Camat Lamba Leda Utara (LAUT), Agustinus Supratman, meluapkan kekesalannya terhadap salah satu pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kemarahannya yang meledak-ledak itu terekam oleh warga sekitar yang sedang menanti bantuan di posko. Lamba Leda Utara sendiri merupakan salah satu kecamatan di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, yang terdampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Camat tersebut merasa tersinggung karena pejabat BNPB menyebutkan bahwa bantuan yang datang ke tempatnya sudah banyak. Namun, ia merasa jumlah bantuan tersebut tidak cukup, sementara ia harus membagikannya secara adil ke 11 desa. Ia pun merasa seolah-olah pihak BNPB menekannya.
"Bapak bilang bantuan sudah banyak sekali turun di sini. Saya tersinggung sekali, Pak. Rasanya saya ditekan untuk (membagikan ini) ke sebelas desa. Bukan begitu caranya. Saya sangat tidak setuju. Semua desa sekarang protes kepada saya dan berteriak. Semua bilang belum dapat, padahal saya harus bagi ke 11 desa," ujarnya.
