Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alasan Presiden Prabowo Tak Langsung Turun Tangan saat Gempa M 7,7
Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi Flores untuk meninjau dampak gempa, Rabu (26/8/2026). (Screenshoot YouTube Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menunda kunjungan ke lokasi gempa M 7,7 di NTT agar aparatur daerah tidak terpecah konsentrasinya oleh persiapan protokoler dan tetap fokus menangani warga.
  • Dari pusat, Prabowo memantau situasi serta memastikan pelayanan darurat dan distribusi logistik berjalan, karena bantuan nyata dinilai lebih penting daripada peninjauan tanpa kemampuan mengatasi masalah.
  • Setelah tiba di Labuan Bajo pada 26 Agustus 2026, Prabowo menuju pengungsian di Nagekeo, mengapresiasi kerja instansi gabungan, dan menyiapkan evaluasi pemulihan lanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
15 Agustus 2026

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur.

26 Agustus 2026

Presiden Prabowo Subianto mendarat di Labuan Bajo untuk meninjau penyintas gempa dan melanjutkan perjalanan dengan helikopter ke titik pengungsian utama di Nagekeo. Ia menjelaskan kunjungannya ditunda agar instansi dan pejabat daerah dapat fokus pada pelayanan, evakuasi, serta distribusi bantuan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto meninjau penyintas gempa magnitudo 7,7 di NTT setelah menunda kunjungan pada fase awal tanggap darurat.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto, rombongan kepresidenan, instansi pemerintah pusat dan daerah, aparatur sipil-militer, serta warga terdampak gempa di Nagekeo terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Presiden mendarat di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, lalu menuju titik pengungsian utama di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Presiden tiba di Labuan Bajo dan menuju lokasi pengungsian pada Rabu siang, 26 Agustus 2026.
  • Why?
    Kunjungan ditunda agar pejabat daerah dan aparat tidak terpecah konsentrasinya oleh persiapan protokoler, sehingga dapat memprioritaskan evakuasi, pelayanan warga, dan distribusi bantuan.
  • How?
    Presiden memantau situasi dari pusat, memastikan bantuan dan pelayanan dikerahkan, kemudian terbang dengan helikopter dari Bandara Komodo menuju pengungsian di Nagekeo untuk peninjauan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur. Presiden Prabowo tidak langsung datang supaya petugas daerah bisa fokus menolong warga. Ia memantau dari jauh dan memastikan bantuan dikirim. Pada 26 Agustus 2026, ia datang ke Labuan Bajo lalu naik helikopter ke tempat pengungsian di Nagekeo. Sekarang pemerintah ingin terus membantu warga pulih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya mendarat di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, pada Rabu (26/8/2026) siang. Kedatangan Kepala Negara ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi penyintas gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026)

Penundaan kunjungan ini ternyata merupakan keputusan strategis agar penanganan tanggap darurat di daerah berjalan maksimal tanpa gangguan protokoler. Setibanya di bandara, Presiden beserta rombongan langsung menaiki helikopter menuju titik pengungsian utama di Kabupaten Nagekeo.

"Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang, karena saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung," ungkap Presiden Prabowo pada siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (26/8/2026)

1. Menghindari pecahnya konsentrasi pejabat daerah

Persiapan menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di NTT. (Dok. Basarnas Maumere)

Prabowo menyadari bahwa kehadiran seorang kepala negara di awal masa krisis sering kali membebani aparatur sipil dan militer setempat. Pejabat daerah biasanya akan sibuk mempersiapkan penjemputan tamu penting daripada fokus membantu proses evakuasi korban di lapangan.

Oleh sebab itu, Presiden memilih memantau perkembangan secara intensif dari pusat sambil memastikan distribusi bantuan logistik terus mengalir. Hal ini dinilai jauh lebih krusial dibandingkan sekadar melakukan kunjungan formal di tengah situasi darurat yang masih kacau.

"Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang, terpecah konsentrasi. Jadi, pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya," jelas Prabowo.

2. Bantuan dan pelayanan jadi prioritas utama Presiden

Persiapan menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di NTT. (Dok. Basarnas Maumere)

Presiden menegaskan bahwa fungsi utama pemerintah pusat dalam penanganan bencana adalah memonitor dan memastikan pengerahan pelayanan kepada rakyat. Pemenuhan kebutuhan darurat serta pengiriman bantuan logistik harus menjadi prioritas tertinggi di atas kehadiran fisik di lokasi.

Prabowo tidak ingin kunjungan kerjanya ke daerah terdampak hanya menjadi ajang peninjauan semata tanpa membawa solusi nyata. Ia menyadari bahwa kehadiran di lapangan akan kurang efektif dan sia-sia jika tidak dibarengi dengan kemampuan mengatasi masalah.

"Yang paling penting dari pusat adalah mengerahkan pelayanan dan bantuan. Kalau kita datang, habis itu hanya lihat, gak bisa mengatasi, gak bisa kirim bantuan, itu kurang efektif," tegas Prabowo.

3. Apresiasi kinerja berbagai instansi dalam menangani bencana

Tim Kesehatan saat memeriksa kondisi pengungsi di Manggarai Barat. (Dok. Dinkes Manggarai Barat)

Meskipun baru terjun langsung ke Nagekeo beberapa hari pascagempa, Presiden memastikan seluruh perkembangan situasi terus berada di bawah pengawasannya. Menurutnya, laporan komprehensif dari unsur gabungan menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat terdampak telah dieksekusi dengan sangat baik. Rangkaian peninjauan ini menjadi momentum bagi pemerintah pusat untuk mengevaluasi sekaligus merencanakan tahap pemulihan lanjutan bagi warga Flores.

"Setelah saya dapat laporan saudara-saudara, kita sudah berbuat maksimal, tentunya kita ingin berbuat lebih," pungkas Presiden.

Curated For You

Editorial Team

Related Article