Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
167 Bangunan Adat Sade Ludes, Pemprov NTB Bentuk Satgas Rekonstruksi
Kondisi Desa Adat Sade Lombok Tengah yang ludes terbakar dan rata dengan tanah, Minggu (23/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Kebakaran Sabtu malam meludeskan 167 bangunan di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, termasuk 75 rumah adat, 69 artshop, delapan lumbung alang, masjid, dan fasilitas wisata.
  • Sebanyak 120 kepala keluarga atau 320 warga terdampak. BPBD NTB menyalurkan tenda pengungsian serta kebutuhan makanan, sementara warga mengungsi ke rumah keluarga di sekitar desa.
  • Pemprov NTB membentuk Satgas rekonstruksi dipimpin Lalu Moh. Faozal. Lombok Tengah menetapkan tanggap darurat selama 14 hari sejak 23 Agustus 2026 dan menyiapkan 40 rumah khusus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat total sebanyak 167 bangunan yang ludes terbakar di Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah pada Sabtu malam (22/8/2026).

Data terkini yang diterima dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah, ke akaran hebat yang melanda Desa Adat Sade merusak puluhan rumah adat, artshop, masjid dan bangunan adat lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin menjelaskan, Pemprov NTB segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk penanganan rekonstruksi bangunan adat yang ludes terbakar. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menunjuk Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Lalu Moh. Faozal memimpin Satgas tersebut.

"Tadi dilaporkan akan segera dibentuk Satgas agar bisa menangani segera. Ketua Satgas ditunjuk Asisten II untuk mempercepat penanganannya," kata Sadimin usai Rapat Pimpinan di Kantor Gubernur NTB, Senin (24/8/2026).

1. Rincian bangunan yang ludes terbakar

Bangunan toilet untuk wisatawan di Desa Adat Sade yang hangus terbakar. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sadimin merincikan 167 bangunan yang ludes terbakar dan rata dengan tanah di desa adat yang menjadi ikon pariwisata NTB tersebut. Jumlah rumah adat yang terbakar sebanyak 75 unit, artshop 69 unit dan lumbung alang 8 unit.

Kemudian Berugak Sekepat 6 unit dan Berugak Sekenam Besar 4 unit. Berikutnya, masing-masing satu masjid, bale beleq, toilet umum untuk wisatawan, gerbang desa adat dan pelonggo. "Kalau untuk jumlah kerugian masih diasesmen. Pemda Lombok Tengah yang menghitung," terangnya.

2. Sebanyak 320 warga terdampak kebakaran

Kondisi Desa Adat Sade yang rata dengan tanah,Minggu (23/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Akibat kebakaran hebat yang melanda Desa Adat Sade, kata dia, sebanyak 120 kepala keluarga (KK) atau 320 jiwa yang terdampak. BPBD NTB telah mendistribusikan bantuan berupa tenda untuk pengungsi dan kebutuhan bahan makanan kepada warga terdampak.

Untuk bantuan dari berbagai pihak langsung ditangani Pemda Lombok Tengah. "Karena bantuannya dari berbagai sumber langsung ke sana. Kami tak bisa monitor," jelas Sadimin.

3. Tetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran Desa Adat Sade

Warga mencari sisa-sisa harta benda pada puing-puing rumah yang ludes terbakar dan rata dengan tanah di Desa Adat Sade Lombok Tengah, Minggu (23/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah mengatakan bahwa Pemda Lombok Tengah telah menetapkan status tanggap darurat kebakaran Desa Adat Sade mulai 23 Agustus 2026. Status tanggap darurat penanganan kebakaran Desa Adat Sade ditetapkan selama 14 hari.

Desa Adat Sade merupakan salah satu ikon pariwisata NTB yang letaknya tidak jauh dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Desa adat ini, setiap hari banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

Dia mengatakan warga yang terdampak kebakaran mengungsi ke rumah-rumah keluarganya yang berada di sekitar Desa Adat Sade. Pemda Lombok Tengah sudah menyiapkan tempat layak dan aman bagi para korban kebakaran sambil menunggu pembangunan kembali rumah-rumah yang hangus terbakar.

Dia menyebut ada rumah khusus sebanyak 40 unit yang berada di bagian utara atau dekat kantor Desa Rembitan. Rumah khusus tersebut dibangun beberapa tahun lalu yang sebenarnya diperuntukkan bagi warga di Desa Adat Sade.

Curated For You

Editorial Team

Related Article