Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

5 Mitos Investasi yang Bikin Pemula Takut, Padahal Gak Gitu!

ilustrasi berinvestasi (freepik.com/freepik)
ilustrasi berinvestasi (freepik.com/freepik)

Pernahkah kamu merasa ragu buat mulai investasi karena takut salah langkah? Banyak orang yang baru mau coba-coba langsung mundur setelah dengar cerita seram soal investasi. Padahal belum tentu semuanya benar, lho!

Investasi sering kali dikelilingi mitos yang bikin pemula jadi minder bahkan sebelum mulai. Kalau terus-terusan percaya mitos, kamu bisa kehilangan banyak peluang bagus. Biar gak salah paham, yuk simak penjelasan selengkapnya! 

1. Harus punya uang banyak dulu

ilustrasi perempuan memegang uang (pexels.com/@karolina grabowska)
ilustrasi perempuan memegang uang (pexels.com/@karolina grabowska)

Salah satu mitos paling umum adalah kamu harus kaya dulu baru bisa investasi. Padahal, sekarang kamu bisa mulai investasi cuma dengan puluhan ribu rupiah saja, lho! Banyak platform yang menyediakan pilihan investasi terjangkau buat pemula.

Investasi gak harus langsung besar, yang penting konsisten dan tahu tujuannya. Mulai kecil lebih baik daripada gak mulai sama sekali. Jadi, jangan tunggu sampai kamu jadi sultan dulu, ya! 

2. Investasi itu rumit dan butuh ilmu tinggi

ilustrasi belajar ilmu investasi (freepik.com/freepik)
ilustrasi belajar ilmu investasi (freepik.com/freepik)

Banyak orang takut memulai karena merasa investasi itu rumit dan cuma bisa dipahami ahli keuangan. Faktanya, sekarang banyak sumber belajar investasi yang mudah diakses dan bahasanya ringan. Mulai dari video, podcast, sampai aplikasi investasi yang user friendly.

Selama kamu mau belajar sedikit demi sedikit, investasi jadi lebih mudah dipahami. Gak harus jago ekonomi dulu, kok! Yang penting punya niat dan gak malas cari tahu. 

3. Investasi pasti bikin cepet kaya

ilustrasi laki-laki memegang uang (freepik.com/jcomp)
ilustrasi laki-laki memegang uang (freepik.com/jcomp)

Banyak yang mengira investasi itu jalan pintas jadi kaya raya dalam waktu singkat. Padahal, investasi itu proses jangka panjang yang butuh waktu, disiplin, dan strategi. Gak ada yang instan, apalagi kalau cuma modal nekat.

Kalau kamu berinvestasi hanya karena pengen cepat cuan, kamu malah rentan kecewa. Lebih baik pahami risikonya dan nikmati prosesnya. Investasi itu soal tumbuh perlahan, bukan sulap semalam. 

4. Takut rugi jadi lebih baik nabung aja

ilustrasi orang menabung (freepik.com/freepik)
ilustrasi orang menabung (freepik.com/freepik)

Sebagian orang memilih menabung karena merasa itu lebih aman dibanding investasi. Memang nabung penting, tapi nilai uangmu bisa tergerus inflasi kalau cuma disimpan di tabungan. Sementara investasi bisa bantu uangmu berkembang lebih baik.

Risiko investasi bisa dikelola kalau kamu tahu caranya. Justru dengan belajar dari sekarang, kamu bisa menghindari kesalahan di masa depan. Jadi, gak usah takut rugi, asal kamu paham cara mainnya. 

5. Investasi hanya untuk orang tertentu

ilustrasi membaca portofolio saham (freepik.com/fxquadro)
ilustrasi membaca portofolio saham (freepik.com/fxquadro)

Masih banyak yang merasa investasi itu cuma buat orang keuangan, pria karier, atau orang yang kerja di dunia bisnis. Padahal, siapa pun bisa investasi mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, sampai freelancer. Dunia investasi sekarang jauh lebih inklusif.

Yang penting adalah tahu tujuan finansialmu dan memilih instrumen yang sesuai. Kamu gak perlu jadi orang tertentu buat punya masa depan yang terjamin. Semua orang berhak punya kontrol atas keuangannya sendiri!

Banyak mitos tentang investasi yang bikin kita ragu memulai, padahal kenyataannya gak seperti itu. Dengan informasi yang benar, kamu bisa mulai investasi dari sekarang tanpa harus takut. Yuk, buka pikiran dan ambil langkah pertamamu menuju kebebasan finansial! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us