Mirip Bunga, Manjareal Sumbawa Dicetak dengan Sehelai Daun Lontar

- Manjareal, kudapan khas Sumbawa berbahan kacang tanah dan gula, dibentuk menyerupai bunga kecil dengan tiga lengkungan dari cetakan daun lontar.
- Daun lontar kering dilengkungkan tiga kali, diikat, lalu dipotong menjadi cetakan remagan untuk menampung adonan kacang yang telah dipadatkan.
- Setelah dijemur hingga padat dan agak kering, manjareal menjadi oleh-oleh Sumbawa; kemasannya juga pernah diteliti untuk mengukur pengaruh vakum terhadap mutu kue.
Bentuk manjareal mengingatkan pada bunga kecil dengan tiga kelopak. Tiga lengkung itu berasal dari sehelai daun lontar yang dibentuk menjadi cetakan.
Kudapan khas Sumbawa ini terbuat dari kacang tanah dan gula. Adonan yang sudah dicetak kemudian dijemur sampai menjadi kue yang padat dan agak kering.
Manjareal bisa disajikan dengan daun lontar yang masih mengelilinginya. Untuk memakannya, keluarkan dulu kue dari bingkai daun.
1. Sehelai daun dilengkungkan tiga kali

ilustrasi manjareal (instagram.com/jelajahsumbawa) Daun lontar untuk cetakan lebih dulu dikeringkan. Sehelai daun kemudian dilengkungkan tiga kali untuk membentuk tiga ruang kecil.
Pangkal ketiga lengkung dirapatkan dan diikat dengan benang. Sisa daun dipotong sebelum cetakan dipakai untuk menampung adonan.
Kajian etnobotani masyarakat Samawa mencatat cetakan ini dengan nama remagan. Daun lontar dalam kajian yang sama juga digunakan untuk membuat tabola atau tudung saji.
2. Adonan kacangnya dipadatkan lalu dijemur

ilustrasi manjareal (instagram.com/msidtrie) Kacang tanah diolah sampai halus sebelum dicampur dengan gula. Campuran inilah yang memberi manjareal rasa manis dengan rasa kacang yang masih terasa.
Adonan ditekan ke ruang yang dibentuk cetakan lontar. Saat mengering, kue mengambil bentuk tiga lengkungan daun.
Penjemuran membuat kue padat dan agak kering. Tekstur itu membantu manjareal mempertahankan bentuknya saat dikeluarkan dari cetakan.
3. Jadi oleh-oleh

ilustrasi manjareal ubi ungu (instagram.com/yuyun.nurwahyuni) Manjareal dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Sumbawa. Kudapan ini juga masuk katalog jajanan lokal UMKM Kabupaten Sumbawa.
Manjareal biasa disantap sebagai teman minum teh atau kopi. Walau terasa padat saat dipegang, kuenya bisa melunak di mulut.
Kemasan manjareal pernah menjadi bahan penelitian di Universitas Teknologi Sumbawa. Penelitinya membandingkan kemasan vakum dan nonvakum untuk melihat pengaruhnya terhadap mutu kue.



















