Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sean Gelael Target Kibarkan Merah Putih di GTWCA 2026 Seri Mandalika
Sean Gelael bersiap untuk sesi latihan GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Mandalika, Jumat (1/5/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Lombok Tengah, IDN Times - Pembalap Indonesia, Sean Gelael menargetkan dapat mengibarkan bendera merah putih dalam ajang kejuaraan balap mobil internasional GT World Challenge Asia (GTWCA) 2026 seri Mandalika yang berlangsung 1-3 Mei 2026. Sean menggeber mobil Ferrari 296 GT3 Evo dan tergabung dalam Tim Garage 75.

Dia mengatakan target semua pembalap dan tim lain adalah bisa meraih podium tertinggi. Begitu juga tim dan sponsor menginginkan pembalapnya bisa meraih podium pertama.

"Saya juga pingin nomor satu, timnya juga pingin nomor satu. Minggu ini lumayan kompetitif semuanya, kalau kita lihat dari FP (free practice), balance dari mobil semua manufacture itu sangat mirip. Jadi jujur tergantung semuanya, tapi insyaallah pastinya (target) bisa mengibarkan merah putih," kata Sean di Sirkuit Mandalika, Jumat (1/5/2026).

1. Tampil sendirian, Sean kena penalti

Pembalap Indonesia, Sean Gelael. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ajang GTWCA 2026 seri Mandalika diikuti puluhan pembalap. Dia melihat tim-tim lain juga cukup kompetitif di GTWCA 2026 seri Mandalika. Para pembalap dari tim lain juga punya mobil yang kompetitif dalam ajang balap mobil bergengsi di Asia tersebut.

Untuk itu, dia akan berusaha tampil maksimal memberikan yang terbaik bagi tim dan masyarakat Indonesia. Sesuai regulasi GTWCA, sebagai pembalap kelas silver yang turun sendiri menggunakan satu mobil, Sean paling tidak berada di pit selama 110 detik, plus keharusan keluar dari mobil, tutup pintu, dan kembali masuk ke mobil.

Dalam kompetisi GTWCA, setiap tim umumnya diperkuat dua pebalap yang bergantian saat balapan. Format ini menjadi standar untuk menjaga keseimbangan performa dan strategi tim di lintasan. Namun di Mandalika, Sean memilih tampil sendirian. Regulasi tetap mengizinkan skema tersebut, dengan syarat adanya penalti agar kompetisi tetap berlangsung adil bagi tim dengan dua pebalap.

Penalti pertama berlaku saat pit stop di Race 1. Mengacu pada kejadian serupa di seri Sepang, Sean diwajibkan keluar dari mobil, menutup pintu, lalu masuk kembali sebelum melanjutkan balapan. Prosedur ini dipandang sebagai pengganti simulasi pergantian pebalap yang biasanya dilakukan tim lain. Dengan demikian, waktu yang dihabiskan tetap setara dengan tim yang melakukan pergantian pembalap.

2. Sean ngaku enjoy balapan di Sirkuit Mandalika

Mobil balap yang dikendarai pembalap Indonesia Sean Gelael di GT World Challenge Asia seri Mandalika 2026. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sean mengaku baru pertama ikut kompetisi GTWCA di Sirkuit Mandalika. Namun sebelumnya dia pernah menggeber mobil balap dalam ajang Porsche Carrera Cup. Menurutnya, Sirkuit Mandalika memiliki view yang sangat menakjubkan. Selain itu, dari sisi trek membutuhkan high speed.

"Jadi vibenya lebih mirip ke Red Bull Ring, yang sangat enak juga. Jadi ya it's very enjoyable, very nice. Ada uniqueness sendiri juga pastinya dengan tarmac-nya, dengan heat-nya, dengan cuaca ganti-gantinya juga," kata dia.

Sebelumnya pada Kamis (30/4/2026), Sean Gelael melakukan tiga sesi paid test masing-masing berdurasi satu jam. Karena baru pertama kali, dia lebih memilih mencoba setelan mobil yang pas untuk dioptimalkan. Pada sesi pertama, Brand Ambassador Pertamax Turbo, SPBU Pertamina, dan Pertamina Fastron bahkan merasa tak perlu menggunakan ban baru.

Menariknya ketika satu setelan mobil dirasa cukup memuaskan baginya, Sean tidak melanjutkan 10 menit tersisa. Padahal saat itu banyak pebalap keluar lagi dan memakai ban baru untuk mencari catatan waktu bagus. Waktu yang ada lebih baik digunakan oleh tim untuk menyiapkan mobil dengan setelan berbeda pada sesi 2.

Sean memang akhirnya memakai ban baru, tapi lagi-lagi fokusnya adalah simulasi lomba. Pada sesi terakhir, Sean masih menjalankan simulasi lomba dan juga memakai ban baru. Hanya saja dia berlatih pit stop secara khusus. Maklum, sebagai pebalap di kelas Silver, Sean yang tergabung di tim Garage 75 ini mesti menerima penalti saat pit stop yang memang menjadi regulasi unik GTWCA.

3. Kehadiran Sean Gelael diharapkan meningkatkan penonton GTWCA

Sean Gelael. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengatakan kehadiran Sean Gelael menjadi perhatian tersendiri bagi pecinta motorsport, karena untuk pertama kalinya dia tampil di hadapan publik Tanah Air dalam balap mobil internasional. Pembalap berusia 29 tahun tersebut akan menjalani penampilan spesial bersama tim Garage 75 dengan mengendarai Ferrari 296 GT3 Evo.

Tim ini bukan nama baru di ajang GT World Challenge Asia, bahkan sukses meraih gelar juara kelas Am dalam dua musim terakhir. Menariknya, Sean akan turun sendirian dalam dua balapan berdurasi 60 menit, sebuah format yang cukup menantang dan sebelumnya juga dilakukan oleh rivalnya di kelas Silver.

Sean Gelael bukan sosok asing di level dunia. Dia pernah meraih runner-up di ajang 24 Hours of Le Mans dan FIA World Endurance Championship. Saat ini, ia masih aktif berkompetisi di WEC dengan mengendarai BMW M4 GT3 Evo. Selain itu, Sean juga telah menjajal Ferrari 296 GT3 Evo dalam Asian Le Mans Series musim 2025/2026 serta turun di GT World Europe, dengan dukungan teknis dari tim AF Corse yang juga berkolaborasi dengan Garage 75 di Asia.

Priandhi menambahkan, kehadiran Sean Gelael diyakini akan meningkatkan minat penonton GT World Challenge Asia yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika. “Kami berharap kehadiran Sean bisa meningkatkan jumlah penonton, karena nama Sean sudah dikenal luas di balap mobil. Semoga bisa mencetak sejarah dan meraih podium tertinggi,” harapnya.

Editorial Team