Gubernur Sebut Presiden Prabowo Dukung NTB-NTT Jadi Tuan Rumah PON 2028

Mataram, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyatakan mendukung provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XII Tahun 2028. Hal ini menjawab permintaan Gubernur NTB dan Gubernur NTT agar PON 2028 ditetapkan dan diselenggarakan di NTB–NTT.
Pernyataan dukungan Presiden disampaikan dalam pertemuan langsung dengan kedua gubernur di sela-sela kegiatan peluncuran 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin (12/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menilai konsep penyelenggaraan yang diajukan NTB–NTT rasional, bertanggung jawab, dan sejalan dengan prinsip efisiensi pengelolaan anggaran negara.
1. Fokus pada cabor yang fasilitasnya tersedia

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kedua provinsi telah siap menjadi tuan rumah bersama PON 2028 dengan pendekatan yang terukur. Iqbal mengatakan kedua kepala daerah menegaskan kepada Presiden Prabowo komitmen kesiapan NTB dan NTT untuk menyelenggarakan PON 2028 secara efisien dan akuntabel.
"Dengan fokus pada cabang olahraga (cabor) yang fasilitasnya telah tersedia dan tanpa pembangunan infrastruktur besar yang baru,” kata Iqbal.
2. NTB dan NTT menyampaikan surat bersama ke Presiden

Sementara, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan bahwa dukungan Presiden tersebut akan segera ditindaklanjuti secara administratif. Pemprov NTB dan NTT akan menyampaikan surat bersama kepada Presiden sebagai penegasan komitmen dan kesiapan guna memperoleh penetapan resmi sebagai tuan rumah PON 2028.
Dukungan Presiden ini menandai langkah strategis dan bersejarah bagi kawasan Indonesia Timur. NTB–NTT diproyeksikan menjadi contoh baru penyelenggaraan PON yang efisien, kolaboratif, dan berorientasi pada pemanfaatan fasilitas yang telah ada, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan olahraga nasional.
Bagi masyarakat NTB dan NTT, dukungan Presiden tersebut menjadi penegasan bahwa kedua provinsi dipercaya dan dianggap mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Indonesia.
3. Perkiraan kebutuhan anggaran pelaksanaan PON 2028 di NTB

Sebelumnya, Ketua KONI NTB Mori Hanafi mengatakan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah menandatangani masterplan pelaksanaan PON 2028. Dengan ditandatanganinya masterplan PON 2028, menunjukkan provinsi NTB siap menjadi tuan rumah pesta olahraga multievent empat tahunan tersebut.
Dari masterplan yang sudah diteken Gubernur NTB, persiapan pelaksanaan PON 2028 membutuhkan anggaran sekitar Rp3,3 triliun. "Di masterplan itu, pembiayaannya Rp3,3 triliun," kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB Mori Hanafi di Kantor Gubernur NTB, Rabu (25/6/2025).
Dari Rp3,3 triliun anggaran yang dibutuhkan untuk gelaran PON 2028, Mori menyebut sekitar Rp2 triliun untuk penyiapan venue. Baik berupa revitalisasi GOR 17 Desember, Turida, Kota Mataram, renovasi maupun penyewaan. Karena venue PON 2028, direncanakan juga menggunakan ballroom hotel untuk sejumlah cabang olahraga (cabor).
"Venue itu sebagian besar revitalisasi GOR Turida. Kalau melihat PON Aceh-Sumut, itu biasanya dapat bantuan dari pemerintah pusat. Waktu PON di Aceh itu Rp770 miliar dari pemerintah pusat. Artinya kalau pembiayaan kita total Rp2 triliun, Rp800 miliar dari pemerintah pusat, belum lagi dari Kemenpora," jelas anggota Komisi V DPR RI ini.
Sebanyak 47 cabor akan dipertandingkan dan diperlombakan di PON 2028. Namun, kata Mori, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta ada tambahan cabor padel dapat dipertandingkan di PON 2028. Dia menjelaskan penyiapan venue cabor merupakan tugas berat jelang PON 2028. Jika venuenya sudah siap, maka tinggal overlay-nya. Namun, secara umum NTB sudah siap menjadi tuan rumah PON 2028 bersama NTT.
Mori menambahkan biaya untuk pembangunan venue PON di NTB masih dapat ditekan. Sehingga pembiayaan untuk pelaksanaan PON 2028 tidak terlalu memberatkan APBD. Dia memberikan contoh seperti cabor panahan, Pemda Kabupaten Sumbawa Barat siap menjadi lokasi.
Bahkan Bupati Sumbawa Barat sudah bersurat agar perlombaan cabor panahan digelar di Sumbawa Barat. Bahkan Pemda Sumbawa Barat siap membangun venue untuk cabor panahan. Begitu juga Pemda Kabupaten Sumbawa telah bersurat agar lima cabor dapat digelar di Sumbawa. Mereka siap membiayai pembangunan venue untuk sejumlah cabor.














