Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Daftar Lengkap Pemenang Race 1 MRS Putaran Perdana 2026 di Mandalika
Pebalap peraih podium race 1 MRS putaran perdana 2026 di Sirkuit Mandalika, Sabtu (25/4/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Lombok Tengah, IDN Times - Balapan putaran perdana Kejurnas Mandalika Racing Series (MRS) berlangsung ketat untuk setiap kelas yang dilombakan pada race 1, Sabtu (25/4/2026). Selisih catatan waktu para pemenang yang meraih podium setiap kelas dengan barisan pembalap di belakangnya sangat tipis.

Kondisi cuaca panas terik dengan suhu lintasan di atas 50° Celcius di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat menjadi tantangan bagi semua pembalap untuk mengatur stamina sekaligus kinerja mesin. CEO PRIDE Motorsport, Eddy Saputra selaku promotor Kejurnas MRS mengatakan bahwa balapan pertama (race 1) berjalan dengan lancar.

1. Daftar pemenang race 1 MRS putaran perdana 2026

Mekanik salah satu tim balap MRS putaran perdana 2026 menyiapkan motor yang akan dipakai pembalap. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 memperlombakan sejumlah kelas. Antara lain kelas Indonesia Junior Talent Cup U-15, National Sport 150cc, Junior Sport 250cc U-18, National Sport 250cc, National Supersport 600cc, dan Underbone 150cc.

Pemenang Race 1 Kelas Indonesia Junior Talent Cup

Balapan Race 1 kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) U-15 diikuti 31 pembalap muda. Persaingan di kelas pembinaan usia muda ini berlangsung sengit, bahkan margin kemenangan hanya terpaut setengah detik.

Pembalap asal Jawa Tengah, Resky YH, tampil sebagai pemenang setelah menyelesaikan 8 lap dengan waktu total 17 menit 00,593 detik. Dia unggul tipis 0,555 detik atas pesaing terdekatnya, Anindya Baskoro Setiawan. Sementara posisi ketiga diamankan oleh Clevan L. Valera Octavianuz dengan selisih hanya 0,632 detik dari pemenang.

Dominasi Resky tak hanya terlihat dari hasil akhir, tetapi juga dari catatan waktu terbaik. Dia membukukan fastest lap 2 menit 04,979 detik, sekaligus menjadi yang tercepat sepanjang balapan. Meski sempat menerima long lap penalty yang dijalankan pada lap kedua, Resky tetap mampu menjaga ritme dan mempertahankan posisi terdepan hingga finis.

Pemenang Race 1 Kelas National Sport 150cc

Fahmi Basam dari DKI Jakarta berhasil keluar sebagai pemenang Race 1 di kelas National Sport 150cc setelah menyelesaikan 8 lap dengan catatan waktu 15 menit 37,475 detik. Kemenangan ini diraih dengan margin yang sangat tipis, hanya 0,081 detik dari Aldiaz Aqsal Ismaya asal NTB yang finis di posisi kedua. Sementara itu, podium ketiga diamankan oleh Fadli Rigani dari Jawa Barat dengan selisih 0,280 detik dari pemenang.

Ketatnya persaingan di barisan depan terlihat dari lima pembalap teratas yang finis dalam rentang waktu kurang dari satu detik. Selain tiga besar, Andi Muhammad Fadly dan Chessy Meilandri turut menempel ketat di posisi keempat dan kelima dengan gap masing-masing 0,479 detik dan 0,552 detik. Bahkan hingga posisi ketujuh, selisih waktu masih berada di bawah satu detik, menunjukkan level kompetisi yang sangat merata di kelas ini.

Pemenang Race 1 Kelas Junior Sport 250cc U-18

Balapan kelas baru Junior Sport 250cc U-18 menghadirkan dominasi sekaligus persaingan menarik. Berlangsung selama 8 lap, kelas ini menampilkan performa impresif para pembalap muda dengan kecepatan yang semakin kompetitif.

M. Abid Ashar Musyafa dari DKI Jakarta tampil luar biasa dengan mengamankan kemenangan meyakinkan setelah mencatatkan waktu total 14 menit 58,702 detik. Ia unggul cukup jauh, yakni 9,399 detik dari Abimanyu Bintang Permadi asal DIY yang finis di posisi kedua. Sementara podium ketiga diraih Ahmad Azel Savero dari Kalimantan Selatan dengan selisih 16,695 detik dari pemenang.

Pemenang Race 1 Kelas National Sport 250cc

Race 1 National Sport 250cc menghadirkan pertarungan sengit dengan level kompetisi yang sangat tinggi. Berlangsung selama 10 lap, balapan ini memperlihatkan duel rapat antar pembalap elite nasional dengan selisih waktu yang nyaris tak terpisahkan hingga garis finis.

Andi Farid Izdihar dari DIY berhasil keluar sebagai pemenang setelah mencatatkan waktu total 18 menit 21,941 detik. Ia harus bekerja keras untuk mempertahankan posisi terdepan dari tekanan Aldiaz Aqsal Ismaya asal Nusa Tenggara Barat yang finis di posisi kedua dengan selisih hanya 3,027 detik. Posisi ketiga ditempati Candra H dari Kalimantan Timur dengan gap tipis 3,132 detik dari pemenang.

Pemenang Race 1 Kelas National Supersport 600cc

Pertarungan Race 1 National Supersport 600cc pada putaran perdana Pertamina Mandalika Racing Series 2026 menyajikan duel kelas atas yang menegangkan hingga garis finis Dengan kecepatan tinggi dan selisih waktu yang sangat tipis, kelas ini menjadi salah satu tontonan paling dramatis di hari balap.

Herjun Atna Firdaus dari Jawa Tengah berhasil keluar sebagai pemenang setelah menuntaskan 10 lap dengan catatan waktu 16 menit 41,646 detik. Kemenangannya diraih dengan margin yang nyaris tak terlihat, hanya 0,143 detik dari Mhd. Faerozi Toreqottullah asal Jawa Barat yang finis di posisi kedua. Sementara itu, Rheza Danica Ahrens mengamankan podium ketiga dengan selisih 4,414 detik dari pemenang.

Sejak awal balapan, duel antara Herjun dan Faerozi sudah terlihat sangat ketat. Keduanya konsisten mencatat waktu lap di kisaran 1 menit 39 detik, saling menekan tanpa memberi ruang hingga lap terakhir. Ritme tinggi yang dijaga sepanjang balapan membuat persaingan di posisi terdepan berlangsung intens dan penuh tekanan.

Pemenang Race 1 Kelas Underbone 150cc

Di kelas underbone 150cc, M Syirat Syauki memenangkan balapan dengan catatan waktu 15 menit 57, 275 detik. Disusul pembalap pemenang kedua, Rendi Oding, dengan selisih sangat tipis 0,005 detik. Munyusul di posisi ketiga M Jordan Badaru dengan selisih 0,476 detik.

Pertarungan sepanjang 8 lap menyuguhkan persaingan paling ketat, posisi pertama hingga ketujuh selisihnya kurang dari 0,837 detik menggambarkan persaingan pada kelas ini sangat sulit ditebak pemenangnya sepanjang lomba.

2. Penambahan satu kelas balap junior untuk batu loncatan ke tingkat internasional

CEO PRIDE Motorsport Eddy Saputra. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Eddy menjelaskan pada 2026 ini, Kejurnas MRS menambah satu kelas balapan untuk kelas junior, yaitu Junior Sport 250cc. Kelas junior ini diperlukan untuk menjadi batu loncatan bagi pembalap muda Indonesia untuk bisa berprestasi di tingkat balapan yang lebih tinggi seperti di Asia atau level balapan dunia.

"Jadi patokan kita adalah bahwa umur yang ditentukan di balapan Asia dan di Eropa itu minimal 13 tahun. Jadi, kita tidak mau terlambat seperti yang sudah-sudah, bahwa kalau bisa 13 tahun pun mereka sudah siap untuk terbang balap di Asia dan di kelas-kelas Eropa atau kelas dunia," kata Eddy.

Begitu pembalap Indonesia masuk ke tingkat Asia atau Eropa, mereka tidak menjadi juru kunci atau hanya menjadi pemanis. Harapannya dengan adanya penambahan kelas junior ini, pembalap Indonesia siap bersaing dengan pembalap-pembalap lainnya.

"Kelas lainnya, Junior Sport 150cc U-15, itu sekarang bergantian lama menjadi Indonesia Junior Talent Cup, itu juga berjalan dengan baik dan lancar, di mana adik-adik ini mencurahkan semua kemampuan, tenaga, dan keberaniannya untuk bisa berprestasi di kelas yang pembinaan ini," kata dia.

3. Potensi besar pembalap muda

Direktur MGPA Priandhi Satria. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menilai bahwa persaingan yang terjadi pada race I MRS putra perdana 2026 bukan hanya menunjukkan kualitas individu pembalap, tetapi juga perkembangan ekosistem balap nasional secara keseluruhan. Persaingan yang sangat ketat di semua kelas menunjukkan bahwa pembinaan balap di Indonesia berjalan ke arah yang positif.

"Selisih waktu yang tipis, bahkan hingga seperseratus detik, menandakan kemampuan para pembalap sudah sangat kompetitif dan merata,” ujar Priandhi.

Menurutnya, faktor fisik, strategi, hingga kesiapan tim menjadi kunci penting dalam menghadapi balapan dengan suhu lintasan tinggi. Dia mengatakan balapan di Sirkuit Mandalika bukan sekedar kecepatan, tetapi juga butuh manajemen stamina, konsistensi, dan strategi.

"Dengan suhu lintasan yang tinggi, pembalap dituntut untuk lebih cermat dalam mengatur ritme. Ini yang membuat balapan semakin menarik sekaligus menantang,” kata dia.

Dia menegaskan bahwa kualitas persaingan seperti ini menjadi indikator positif bagi masa depan motorsport Indonesia. Dia melihat potensi besar dari para pembalap muda hingga senior yang tampil kompetitif di seri pembuka ini.

“Kami melihat potensi besar dari para pembalap, baik di kelas pembinaan seperti IJTC hingga kelas tertinggi 600cc. Ini menjadi fondasi penting untuk mendorong mereka ke level yang lebih tinggi, termasuk ke kejuaraan internasional,” tambahnya.

Editorial Team