Pj Gubernur NTB Hassanudin bersama pejabat eselon II Pemprov NTB. (dok. Pemprov NTB)
Namun, Hassanudin belum mau mengungkapkan siapa ketiga nama yang sudah dipersiapkan tersebut. "Ada tiga nama yang kami siapkan. Nanti kami keluarkan, karena banyak yang memenuhi persyaratan," ujarnya.
Mohammad Rum mengajukan pengunduran diri sebagai Pj Wali Kota Bima karena maju dalam Pilkada 2024. Surat pengunduran diri ini diajukan pada Rabu (10/7), dibubuhi tanda tangan dan materai Rp10.000, ditujukan ke Mendagri dengan tembusan kepada Pj Gubernur NTB, DPRD Kota Bima, dan sejumlah pihak lainnya.
"Dengan ini mengajukan pengunduran diri sebagai Penjabat Wali Kota Bima karena mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah di Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat," tulis HM Rum dalam suratnya.
Aji Rum, sapaan Mohammad Rum, membenarkan bahwa surat pengunduran dirinya telah dikirim ke Mendagri dan ditembuskan kepada pihak-pihak terkait. Surat ini dibuat sebagai wujud keseriusannya dalam mengikuti kontestasi Pilkada Kota Bima dan untuk memastikan "pertarungan" yang lebih fair. "Intinya saya sangat serius ikut kontestasi Pilkada Kota Bima, dibuktikan dengan mengajukan pengunduran diri sebagai Pj, agar proses Pilkada berjalan fair," tegasnya.