Kerusakan bangunan yang terdampak gempa bumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (dok. BPBD Kabupaten Manggarai Timur)
Didampingi sejumlah pihak dari industri jasa keuangan, Gubernur NTB dan Gubernur Bali menerima laporan langsung dari Bupati Manggarai Barat dan Sekretaris Daerah mengenai kondisi masyarakat terdampak, perkembangan kerusakan, serta penanganan pengungsi. Di Pusdalops, tim BPBD Manggarai Barat juga menunjukkan sistem informasi kebencanaan yang memuat perkembangan penanganan secara real time.
Data tersebut antara lain menampilkan jumlah rumah terdampak berdasarkan tingkat kerusakan. Hingga saat itu, tercatat sekitar 7.321 unit rumah mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan. Laporan penanganan pengungsi juga menunjukkan distribusi bantuan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara merata.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kehadirannya bersama Gubernur Bali merupakan bentuk nyata solidaritas kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi bencana. “Kami pernah merasakan hal yang sama dan sangat memahami bagaimana rasanya menghadapi bencana seperti ini. Kami hadir untuk menyampaikan bahwa saudara-saudara kami di NTT tidak sendiri,” kata Iqbal.
Dia menegaskan hubungan Bali, NTB, dan NTT bukan sekadar kerja sama antarpemerintah daerah. Tetapi juga ikatan persaudaraan yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama ketika salah satu daerah menghadapi musibah.
“Kami ini bertiga saudara kembar—Bali, NTB, dan NTT. Karena itu, kami akan memberikan apa yang kami bisa untuk membantu saudara-saudara kami di NTT,” tegasnya.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan kedatangannya bersama Gubernur NTB merupakan wujud kepedulian dan rasa persaudaraan terhadap masyarakat NTT. “Kita ini bersaudara. Kalau saudara kita mengalami musibah, tentu kita ikut merasakan dan hadir untuk memberikan dukungan,” kata Koster.