Penonton MotoGP Mandalika, Sabtu (4/10/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan bahwa MotoGP Mandalika 2026 merupakan agenda strategis yang membutuhkan kolaborasi dari seluruh stakeholder. Menurutnya, pengembangan kawasan Mandalika dan penyelenggaraan MotoGP telah menjadi bagian dari ekosistem yang ikut mendorong aktivitas ekonomi di NTB, melalui keterhubungan dengan sektor pariwisata, UMKM, akomodasi, transportasi, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi NTB yang mencapai 13,64 persen pada Triwulan I 2026 menunjukkan bahwa NTB menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional. Karena itu, kami akan terus memperkuat kolaborasi agar penyelenggaraan event ini semakin memberikan manfaat dan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat NTB,” kata Iqbal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi NTB pada Triwulan I 2026 tumbuh 13,64 persen secara tahunan (year-on-year), menempatkan NTB sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua secara nasional. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator positif perkembangan aktivitas ekonomi di NTB, di tengah penguatan ekosistem pariwisata dan event internasional di wilayah tersebut.
Sejalan dengan itu, kajian Bappenas bertajuk “MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata” memperkirakan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 memberikan tambahan nilai tambah bruto sebesar Rp0,88–1,21 triliun bagi perekonomian NTB, atau setara 0,47–0,63 persen terhadap PDRB NTB 2025. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan event internasional di Mandalika memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi yang lebih luas di daerah.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan, skala dan dampak MotoGP Mandalika menjadikan event ini bukan sekadar ajang balap level global, tetapi juga sebagai momentum strategis memperkuat daya tarik Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia, membangun ekosistem motorsport nasional, serta menghadirkan kebanggaan Indonesia di panggung internasional.
Penyelenggaraan MotoGP Mandalika turut memperkuat eksistensi Mandalika di panggung internasional, sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia. Kehadiran event balap kelas dunia tersebut sekaligus membawa nama Mandalika semakin dikenal di dunia.
“Momentum ini juga menjadi bagian dari perjalanan membangun ekosistem motorsport nasional dan membuka ruang bagi talenta Indonesia untuk tumbuh serta bersaing di level dunia. Tahun ini menjadi semakin istimewa dengan Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang membawa nama Indonesia di kejuaraan dunia. Kami ingin momentum ini menjadi sumber kebanggaan sekaligus inspirasi bagi generasi muda Indonesia,” ujar Fajar.
Semangat tersebut semakin kuat dengan kiprah dua talenta Indonesia, Mario Suryo Aji yang berkompetisi di Moto2 World Championship dan Veda Ega Pratama di Moto3 World Championship. Kehadiran keduanya menjadi representasi semangat The Rise of Indonesian Heroes yang menjadi salah satu pesan utama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, menyampaikan, persiapan penyelenggaraan terus dimatangkan melalui koordinasi intensif bersama seluruh stakeholder. Koordinasi mencakup berbagai aspek yang saling terintegrasi, mulai dari kesiapan di Sirkuit Mandalika hingga dukungan mobilitas, keamanan, infrastruktur, kesehatan, akomodasi, dan pelayanan bagi penonton.
Pada aspek mobilitas, antara lain dipersiapkan kebutuhan 130 unit shuttle bus di dalam kawasan Mandalika, serta dukungan transportasi pada jalur Selaparang–Bandara Internasional Lombok– Mandalika. Koordinasi juga mencakup pengamanan mobilitas penonton dan area event, kesiapan layanan medis race dan non-race, infrastruktur jalan, penguatan promosi destinasi, hingga sinkronisasi Satgas Gabungan yang melibatkan unsur keamanan, penanggulangan bencana, kesehatan, dan kebersihan.