Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang Ibu di Mataram Memarahi Polisi Karena Menangkap Anaknya
Terduga pengedar sabu saat digeledah di rumahnya. (Dok. Polresta Mataram)

Mataram, IDN Times - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Mataram marah-marah saat anaknya ditangkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram. Anaknya diduga sebagai pengedar sabu.

Seorang pemuda inisial TH (28) asal Gubuk Mamben, Pagesangan Kota Mataram ditangkap di rumahnya pada Senin (6/6/2022) sekitar pukul 21:00 Wita atas laporan masyarakat yang merasa resah dengan terduga yang kerap melakukan transaksi sabu di lingkungan tersebut.

1. Ibu terduga pengedar sabu berteriak marah-marah

Polisi melakukan penggeledahan (Dok. Polresta Mataram)

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi melalui Kasat Narkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Porusa Utama, Selasa (7/6/2022) mengatakan bahwa pemuda tersebut ditangkap berdasarkan hasil penyelidikan Tim Opsnal Narkoba atas informasi yang diterima.

"Saat ditangkap di rumahnya, ibu dari terduga sempat berteriak marah-marah lantaran anaknya ditangkap," beber Yogi.

Namun atas pengertian yang disampaikan polisi maupun aparat lingkungan setempat, akhirnya IRT tersebut memaklumi peristiwa tersebut.

2. Terduga diamankan beserta 5,68 gram sabu

Barang bukti yang diamankan polisi. (Dok. Polresta Mataram)

Terdugapun diamankan polisi berdasarkan hasil penggeledahan yang disaksikan masyarakat dan petugas RT setempat. Dari hasil penggeledahan polisi menemukan barang bukti sabu seberat 5,68 gram brutto di dalam beberapa klip plastik.

Selain itu, diamankan juga alat konsumsi, alat komunikasi, timbangan elektrik, kartu ATM serta uang tunai yang diduga hasil jualan sabu. Bersama barang bukti terduga langsung dibawa ke Mapolresta Mataram guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh tim penyidik Resnarkoba Polresta Mataram.

3. Dalami asal-usul sabu

Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Terkait asal usul barang, Yogi mengatakan belum dapat mengungkapkannya. Karena penyidik masih butuh pendalaman melalui pemeriksaan yang hari ini baru akan berlangsung.

"Semoga dalam beberapa hari kedepan kami sudah dapat menyampaikan informasinya," kata Yogi.

Editorial Team

Related Article