Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rutan Ruteng Rusak Parah Akibat Gempa Flores, Tahanan Luka-luka
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTT, Decky Nurmansyah. (Dok Ditjenpas NTT)
  • Gempa magnitudo 7,7 di Flores merusak empat UPT pemasyarakatan; Rutan Ruteng terdampak paling parah dengan kerusakan lebih dari 50 persen dan beberapa tahanan luka ringan akibat puing.
  • Sebanyak 171 warga binaan Rutan Ruteng berpotensi direlokasi sementara ke Rutan Bajawa demi keamanan dari gempa susulan, sambil mempertimbangkan kapasitas rutan dan akses jalan Ruteng-Bajawa.
  • Ditjenpas NTT menyiapkan pemulihan Rutan Ruteng melalui anggaran tanggap darurat dari pusat, agar bangunan dapat direnovasi dan kembali aman ditempati warga binaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Sejumlah unit pemasyarakatan termasuk Rumah Tahanan Negara (Rutan) Ruteng, Kabupaten Manggarai mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026). Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) NTT, Decky Nurmansyah, mengatakan Rutan Ruteng mengalami kerusakan hingga lebih dari 50 persen. Dalam bencana tak terduga itu beberapa tahanan atau warga binaan mengalami luka ringan setelah ditimpa runtuhan puing bangunan.

"Puji Tuhan, alhamdulillah, tidak ada korban jiwa di empat itu. Namun memang ada sedikit yang mengalami luka-luka akibat runtuhan puing-puing bangunan," ujar Decky, Senin (17/8/2026).

1. Empat lapas dan rutan terdampak gempa

Gempa berkekuatan magnitudo 5,8 di Mbay Nagekeo pukul 08.46.43 WITA pada 17 Agustus 2026. (Dok BMKG)

Ada empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Flores yang terdampak gempa, kata Decky, yaitu Lapas Kelas IIB Ende, Rutan Bajawa, Rutan Maumere, dan Rutan Ruteng. Selain Rutan Ruteng tiga UPT Pemasyarakatan lainnya masih aman untuk didiami. 

"Yang Rutan Ruteng kerusakannya cukup parah dengan lebih dari separuh bangunannya terdampak," jelas dia. 

Saat ini para warga binaan tetap terpantau dalam keadaan sehat dan pasokan makanan mereka juga masih lancar. Namun Ditjenpas NTT mempertimbangkan untuk relokasi sementara seluruh warga binaan Rutan Ruteng sejumlah 171 orang.

2. Ada rencana relokasi ke Rutan Bajawa

Ilustrasi akibat gempa bumi. (pexels.com/Joshua Mueller)

Rencananya relokasi akan dilakukan ke Rutan Bajawa sebagai tempat pemindahan sementara, mengingat keamanan dan keselamatan para tahanan dan masih adanya potensi gempa susulan. Meski begitu, ini masih memperhitungkan lagi terkait kapasitas rutan tersebut maupun akses jalan ke sana. 

"Kami juga berharap jalur Ruteng-Bajawa ini bisa dilalui untuk rencana relokasi sementara ini. Kami juga tidak mau mereka yang sedang menjalani pembinaan mengalami kekhawatiran atas gempa," kata Decky.

Di sisi lain, ia tak ingin pemindahan 171 warga binaan ini justru menyebabkan Rutan Bajawa mengalami kelebihan kapasitas dan menimbulkan permasalahan baru. 

"Mudah-mudahan renovasi bisa secepatnya agar dibangun, karena Bajawa juga bisa over-kapasitas jika kita kirim 171 orang ke situ," katanya.

3. Renovasi akan dilakukan

Ilustrasi retak di gedung akibat gempa bumi. (pexels.com/Engin Akyurt)

Sementara ini, Ditjenpas juga menyiapkan langkah pemulihan terhadap bangunan Rutan Ruteng yang terdampak gempa. Menurut informasi yang ia terima akan dari alokasi dana dari pusat untuk pemulihan atau renovasi bangunan yang rusak akibat gempa.

"Kami juga dapat informasi dari pimpinan di Jakarta bahwa akan ada segera anggaran tanggap darurat untuk dialokasikan recovery bangunan di Ruteng," sebutnya. 

Ia menyebut perbaikan Rutan Ruteng adalah opsi yang baik agar warga binaan dapat kembali ditempatkan di sana setelah kondisi bangunan dinyatakan aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article