Foto dr. Icha di rumah duka. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Ia mengatakan dirinya selaku manajemen mewakili mewakili manajemen RS Leona Kupang, RS Leona Noelbaki, dan khususnya RS Leona Kefamenanu tempat dr. Icha bertugas hingga akhir hayatnya.
Alasan ketidakhadiran Direktur Utama RS Leona saat itu, jelas dia, karena sudah diagendakan untuk bertemu dengan Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Falentinus Kebo.
"Saya mohon maaf karena Ibu Direktur Rumah Sakit Leona Kefamenanu saat ini tidak bisa bersama dengan kita di dalam tenda dukacita ini karena beliau pagi ini dipanggil oleh Bapak Bupati untuk segera kembali ke Kefa," kata dr. Monica.
Sebelumnya, Bupati TTU Falentinus Kebo mengungkap akan memeriksa pihak RS Leona atas apa yang terjadi pada dr. Icha.
Monica sendiri mengakui sebagai dokter di IGD tentunya membutuhkan energi ekstra baik untuk fisik dan mental serta ketulusan dalam melayani masyarakat.
"Kita semua tahu, untuk bertugas di IGD sebuah rumah sakit bukan hal yang mudah, dibutuhkan ketenangan, kekuatan, ketangguhan, dan hati yang tulus untuk melayani masyarakat. Dan dr. Icha memiliki itu semua," ucapnya.