Lombok Tengah, IDN Times - Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami gejala sakit perut, mual, dan pusing usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (11/9/2026). Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling yang menaungi SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu, Khairuddin buka suara terkait kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SD dan MTs tersebut.
Khairuddin, menjelaskan bahwa menu yang dibagikan pada hari kejadian adalah kebab ayam. Menu itu kata dia, merupakan request atau permintaan dari para siswa. Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP), makanan basah seperti kebab ayam yang mengandung mayones wajib dikonsumsi di bawah pukul 09.00 WITA.
"Kebetulan yang diberikan hari ini menu kebab. Sesuai ketentuan, di bawah jam 9 harus dimakan. Namun, ada sebagian sekolah yang terlambat memberikan sehingga terjadilah, bahasa kasarnya, basi," kata Khairuddin.
