Mataram, IDN Times - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan percaya diri dengan data elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) dalam intervensi penanganan stunting. Di mana, angka stunting di NTB terjadi penurunan menjadi 16,84 persen pada 2022 dari tahun 2021, yaitu sebesar 19,23 persen.
Sementara berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka stunting di NTB mengalami kenaikan menjadi 32,7 persen dari tahun 2021 sebesar 31,4 persen. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan Pemda NTB menyikapi data SSGI itu sebagai referensi.
"Kita percaya diri dengan data e-PPBGM ini karena entry-nya sudah di atas 95 persen," kata Fikri kepada IDN Times di Mataram, Kamis (2/2/2023).
