Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lokasi WSBK dan MotoGP, Loteng Cuma Targetkan Kunjungan 120.000 Turis

Lokasi WSBK dan MotoGP, Loteng Cuma Targetkan Kunjungan 120.000 Turis
Bukit Pantai Seger Mandalika Lombok Tengah ramai dikunjungi wisatawan sambil berswafoto dengan latar belakang Sirkuit Mandalika. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Share Article

Mataram, IDN Times - Meskipun menjadi lokasi perhelatan berbagai event internasional seperti kejuaraan dunia balap World Superbike (WSBK) dan MotoGP. Pemda Lombok Tengah (Loteng) hanya menargetkan angka kunjungan wisatawan atau turis sebanyak 120.000 orang pada tahun 2023. Target ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2022 sebanyak 60.000 kunjungan turis, baik domestik dan mancanegara.

"Tahun 2022 kita targetkan 60.000 wisatawan. Sekarang dua kali lipat yaitu 120.000 wistawan, termasuk domestik dan mancanegara," kata Kepala Dinas Pariwisata Loteng, Lendek Jayadi dikonfirmasi di Mataram, Kamis (16/2/2023).

1. Hanya hitung turis yang menginap 3 hari

Kepala Dinas Pariwisata Loteng, Lendek Jayadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kepala Dinas Pariwisata Loteng, Lendek Jayadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Lendek menjelaskan pihaknya hanya menghitung turis yang menginap selama tiga hari. Apabila ada turis atau wisatawan yang berwisata ke Lombok Tengah hanya sehari, kemudian langsung pulang maka tidak masuk dalam hitungan target 120.000 kunjungan wisatawan tahun 2023.

Pihaknya hanya menghitung wisatawan yang datang dan menginap selama 3 hari di Lombok Tengah. Dari 120.000 target kunjungan wisatawan tahun 2023, sebanyak 40 persen turis mancanegara dan 60 persen turis domestik.

2. Perpanjang lama tinggal wisatawan dengan perbanyak calender of event

Sajian kuliner khas Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok tengah, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Sajian kuliner khas Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok tengah, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Untuk menarik dan memperpanjang lama menginap wisatawan ke Lombok Tengah, Lendek mengatakan upaya yang dilakukan dengan memperbanyak calender of event. Sehingga wisatawan yang datang menyaksikan balap WSBK dan MotoGP memperpanjang lama menginap dan mereka datang kembali ke Lombok Tengah.

"Makanya kita membangun desa wisata. Sehingga begitu selesai WSBK dan MotoGP dia tidak langsung balik. Tapi dia berada di sekitar Mandalika dan Pulau Lombok," ujarnya.

3. Hospitality dan SDM menjadi keniscayaan

Para penonton MotoGP memadati tribune tikungan 15 Sirkuit Mandalika, Sabtu (19/3/2022). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Para penonton MotoGP memadati tribune tikungan 15 Sirkuit Mandalika, Sabtu (19/3/2022). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain itu, kata Lendek, hospitality dan peningkatan SDM pariwisata menjadi suatu keniscayaan supaya wisatawan kembali datang berwisata ke Mandalika. Mandalika bukan hanya sirkuitnya yang megah tetapi bagaimana pelaku pariwisata dapat memanjakan tamu supaya mereka kembali datang berwisata ke Mandalika.

"Kita memuliakan tamu supaya mereka tidak kapok ke Mandalika. Penonton yang datang dari luar negeri juga bisa mempromosikan pariwisata kita," katanya.

Mengenai persoalan parkir di kawasan Mandalika, Lendek mengungkapkan pihaknya sudah berdiskusi dengan PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan juru parkir. Sudah disepakati penatakelolaan parkir di Mandalika akan dilakukan secara terintegrasi. Juru parkir yang ada saat ini akan dipekerjakan dalam menatakelolakan parkir di kawasan Mandalika.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Muhammad Nasir
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More

Memanjakan Turis, Seaplane Lombok Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026

30 Jun 2026, 19:02 WIBNews