Cerita Radin Jambat, Si Anak Emas dari Lampung. (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan).
Kedatangan pangeran ke kerajaan Raja Indrapandita menyamar menjadi pedagang. Sesampainya di sana menawarkan dagangan yang murah, lalu Pangeran Witarasari menjelma menjadi monyet dan dibeli oleh Inang untuk diberikan pada Ratna Ayu.
Monyet tersebut sangat pintar dan bisa berbicara. Sehingga Ratna Ayu merasa senang mempunyai teman.
Karena merasa iri Ratna Ayu mempunyai monyet bisa berbicara, mereka membuat rencana untuk mengambilnya. Caranya dengan meminta ayahanda membuat acara menari para putri raja di pendopo.
Namun acara menari harus menggunakan pakaian bagus. Jika Ratna Ayu tidak mengenakannya maka monyet akan menjadi milik kakaknya.
Saat malam hari mengambil pakaian untuk Ratna Ayu, kembalinya di gubuk penyamaran diketahui. Putri bungsu merasa senang karena ditolong oleh sepupunya.
Keesokan harinya Ratna Ayu datang ke acara menari dengan pangeran tampan. Kedelapan kakaknya merasa terkejut.
Pangeran Witarasari menceritakan semua yang terjadi pada Ratna Ayu adalah ulah kedelapan kakaknya. Akhirnya, kedelapan kakaknya dihukum oleh sang raja.
Dan akhirnya Ratna Ayu dilamar oleh Pangeran Witarasari hingga menikah. Kedua pergi ke kerajaan Jawa dan bahagia di sana.
Demikianlah legenda Ratna Ayu Wideradin yang sangat memberikan banyak pelajaran. Kisahnya mengajarkan bahwa kesabaran membawa kebahagiaan yang luar biasa.