Kupang, IDN Times - Warga korban gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan beberapa kali mencegat mobil pembawa bantuan logistik di tengah jalan. Salah satu insiden tersebut terjadi di Wae Pesi, Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, saat warga memblokir jalan Ruteng-Reo untuk menghentikan rombongan DPRD.
Selain itu, sekitar 80 pria juga kedapatan mengadang rombongan tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tengah membawa pasokan logistik. "Kejadian ini berakhir damai dengan pembagian logistik di tengah jalan," ungkap laporan di lapangan mengenai aksi penghadangan tersebut.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, menyebut insiden ini sebagai bentuk kritik keras terhadap kinerja pemerintah dalam menangani bencana. Perilaku masyarakat tersebut, kata dia, dipicu oleh anggapan bahwa pemerintah bersikap tidak adil serta lamban merespons dampak gempa yang mengguncang sejak 15 Agustus 2026 lalu.
