Kupang, IDN Times - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, melaporkan sebanyak 1.378 unit sekolah atau satuan pendidikan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan akibat gempa. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring masih seringnya terjadi gempa susulan pascagempa utama bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah itu pada 15 Agustus lalu.
Atip menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers daring bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (20/8/2026). Ia menyebutkan, saat ini hanya tersisa 30 sekolah yang masih dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka. Oleh karena itu, kementerian terus memantau dan menyiapkan skema pembelajaran darurat yang paling tepat untuk diterapkan bagi para siswa korban gempa di lapangan.
