Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah sambangi warga terdampak banjir di Lombok Tengah/dok. Humas Pemprov NTB
Hery menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan meluapnya aliran sungai Kending Sampi yang berasal dari perbukitan di wilayah Desa Mangkung, Desa Selong Belanak dan Desa Persiapan Pandan Tinggang dan Desa Kabul Kecamatan Praya Barat.
“Sehingga air Kali Tebek meluap hingga memasuki perkampungan masyarakat yang ada di beberapa dusun sepanjang kali,” jelas Hery.
Tinggi luapan air sejak Kamis sore hingga malam setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya, jalur transportasi jalan raya provinsi di Dusun Kangas Lauk menuju Desa Montong Ajan tidak bisa dilalui kendaraan.
“Jalur transportasi yang menuju ke Dusun Kending Sampi dan Dusun Pampang Desa Kabul putus,” ujar Hery.
Banjir kiriman juga merendam Dusun Torok Aik Belak II di Desa Montong Ajan. Air meluap merupakan kiriman dari Bukit Torok dan masuk ke perkampungan warga setinggi 50 cm.
"Di dua lokasi banjir itu tidak ada korban jiwa," kata Hery.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah H. Ridwan Ma’ruf menjelaskan bahwa banjir yang menerjang dua desa di Kecamatan Praya Barat tersebut mengakibatkan sedikitnya 100 kepala keluarga terdampak.
“Sedikitnya 300 jiwa terdampak. Kita masih update berapa jumlah totalnya hari ini,” kata Ridwan Jumat pagi (6/11/2021).