Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua Desa di Lombok Tengah Diterjang Banjir, Ratusan Orang Terdampak
Banjir landa dua desa di Lombok Tengah (IDN Times/dok. Humas Polres Lombok Tengah)

Lombok Tengah, IDN TimesHujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (5/11/2021) tepat pukul 16:00 WITA. Akibatnya, Desa Kabul dan Desa Montong Ajan yang ada di kecamatan itu terendam banjir.

Setidaknya da 300 orang warga yang terdampak dari banjir itu. Banjr di dua desa ini bukan yang pertama kalinya. Hampir setiap tahun saat musim hujan, desa ini terendam banjir.

1.Empat Dusun terdampak banjir

Gubaernur NTB sambangi korban Banjir bersama Bupati Lombok Tengah/dok. Humas Pemprov NTB

Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono mengatakan bahwa hujan pada Kamis (5/11/2021) menyebabkan rumah warga terendam.

"Rumah-rumah warga dan fasilitas pendukung terendam air akibat banjir," kata Hery, Kamis (4/11/2021) malam.

Sebanyak empat dusun terdampak banjir, di antaranya Dusun Kending Sampi, Dusun Pampang, Dusun Kangas Lauk, Dusun Kangas dan Ponpes Syamsul Maarif.

2. Sebanyak 300 jiwa terdampak banjir

Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah sambangi warga terdampak banjir di Lombok Tengah/dok. Humas Pemprov NTB

Hery menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan meluapnya aliran sungai Kending Sampi yang berasal dari perbukitan di wilayah Desa Mangkung, Desa Selong Belanak dan Desa Persiapan Pandan Tinggang dan Desa Kabul Kecamatan Praya Barat.

“Sehingga air Kali Tebek meluap hingga memasuki perkampungan masyarakat yang ada di beberapa dusun sepanjang kali,” jelas Hery.

Tinggi luapan air sejak Kamis sore hingga malam setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya, jalur transportasi jalan raya provinsi di Dusun Kangas Lauk menuju Desa Montong Ajan tidak bisa dilalui kendaraan.

“Jalur transportasi yang menuju ke Dusun Kending Sampi dan Dusun Pampang Desa Kabul putus,” ujar Hery.

Banjir kiriman juga merendam Dusun Torok Aik Belak II di Desa Montong Ajan. Air meluap merupakan kiriman dari Bukit Torok dan masuk ke perkampungan warga setinggi 50 cm.

"Di dua lokasi banjir itu tidak ada korban jiwa," kata Hery.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah H. Ridwan Ma’ruf menjelaskan bahwa banjir yang menerjang dua desa di Kecamatan Praya Barat tersebut mengakibatkan sedikitnya 100 kepala keluarga terdampak.

“Sedikitnya 300 jiwa terdampak. Kita masih update berapa jumlah totalnya hari ini,” kata Ridwan Jumat pagi (6/11/2021).

3. Banjir kiriman dari bukit yang gundul

Banjir landa dua Desa di Lombok Tengah terjadi setiap tahun/dok. Polres Lombok Tengah

Menurut Ridwan banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah tepat di Desa Kabul dan Desa Montong Ajan terjadi setiap tahun saat musim hujan.

“Jadi saat datang musim penghujan dengan intensitas tinggi, dua desa ini selalu banjir,” kata Ridwan kepada IDN Times, Jumat pagi (6/11/2021).

Kondisi bukit yang sudah gundul di Desa Mangkung, Montong Ajan, Desa Selong Belanak dan Desa Persiapan Pandan Tinggang dan Desa Kabul Kecamatan Praya Barat menyebabkan air yang turun dari bukit melalui sungai tidak mampu ditampung.

Selain adanya bukit yang gundul kata Ridwan, air dari sungai Kending Sampi mudah meluap akibat terlalu dangkal.

“Kita akan minta dianggarkan pada tahun 2022 nanti. Karena jembatan itu perlu ditinggikan dan sungainya perlu diperdalam dipasangkan Batu Bronjong juga. Kalau tidak, akan terus banjir,” jelas Ridwan.

4.Warga butuh bantuan logistik

warga yang terdampak banjir (dok Polres Lombok Tengah)

Dari 300 jiwa yang terdampak banjir pada Kamis kemarin kata Ridwan, warga membutuhkan bantuan logistik dan perlengkapan tidur.

“Semalam memang Pak Bupati dan Gubernur NTB bersama BPBD langsung memberikan bantuan. Hari ini kami akan data semua kebutuhan warga yang terdampak,” aku Ridwan.

Dari hasil pendataan sementara, kebutuhan warga terdampak banjir  berupa logistik  atau makanan siap saji. Selain itu, dari 300 KK yang terdampak membutuhkan terpal atau tenda.

“Memang tenda itu belum mendesak, karena warga masih bisa mengungsi ke rumah tetangga,” pungkas Ridwan.

Selain itu, BPBD Provinsi NTB telah menyiapkan lokasi pengungsian di sekolah yang ada di Desa Kabul dan Montong Ajan jika terjadi banjir susulan.

Editorial Team

Related Article