Demo Mahasiswa Aliansi Perisai demo di Kantor DPRD NTT, Kota Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Surat dan tuntutan massa itu yang diserahkan pada petang itu diterima langsung oleh Winston Rondo selaku Wakil Ketua Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur dan Ana Waha Kolin selaku Sekretaris Komisi IV DPRD NTT.
Winston dan Ana mengakui permasalahan harga bahan pokok dan biaya hidup masyarakat yang terdampak akibat persoalan politik dalam negeri maupun geopolitik.
Winston berjanji melalui mekanisme internal di DPRD, aspirasi dan tuntutan yang disampaikan pada sore hari itu akan ditindaklanjuti.
"Yang pasti kami semua 65 orang (anggota DPRD) akan memagari diri kami dengan tugas dan fungsi kami sebagai wakil rakyat baik dalam menetapkan aturan, anggaran, dan melakukan pengawasan," tukas Anna sambil memegang surat tersebut.
Wanita itu juga menyebut permasalahan BBM belakangan menjadi perhatian DPRD NTT dalam rapat paripurna terutama yang terjadi di Amfoang Kabupaten Kupang.
"Itu sudah kita sampaikan kepada Kementerian PUPR untuk bisa melakukan pembangunan infrastruktur di Amfoang sehingga bisa menyalurkan BBM dan jadi BBM satu harga," lanjut dia.