Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Belum Dapat Bantuan, Warga Manggarai Cegat Mobil Logistik Baznas NTB
Warga korban gempa di Manggarai mencegat mobil logistik Baznas NTB, Selasa (18/8/2026). (dok. Istimewa)
  • Sekitar 80 warga Desa Ladur dan Riung, Manggarai, mencegat mobil logistik Baznas NTB karena mengaku belum menerima bantuan setelah gempa magnitudo 7,7 di Flores.
  • Tim Baznas NTB menyerahkan seluruh bahan makanan yang semula ditujukan untuk dapur umum, setelah warga menyampaikan kebutuhan mendesak dan wilayah mereka belum terjangkau bantuan pemerintah.
  • Usai menerima penjelasan dan logistik, warga berterima kasih kepada NTB; sebelumnya Pemprov NTB telah mengirim tenaga kesehatan, 34 ton beras, logistik, serta alat berat ke NTT.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Mobil logistik Tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendadak dicegat oleh sekitar 80 warga saat melintas di Desa Ladur dan Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Puluhan warga tersebut mengaku belum mendapatkan bantuan pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT pada Sabtu (15/8/2026).

Wakil Ketua Baznas NTB, Zulkifli, mengungkapkan peristiwa itu terjadi saat timnya dalam perjalanan membawa logistik usai berbelanja kebutuhan dapur umum di pasar setempat. Logistik berisi bahan makanan tersebut akan dibawa ke Posko Dapur Umum Lapangan untuk penanganan korban terdampak bencana.

1. Rombongan diadang warga yang belum mendapatkan bantuan

Warga membawa poster belum mendapatkan bantuan. (dok. Istimewa)

Rombongan Tim Baznas NTB terpaksa berhenti karena diadang warga yang belum menerima bantuan dari pemerintah setempat. Dia mengatakan kondisi masyarakat saat itu betul-betul membutuhkan bantuan.

"Ada sekitar 70-80 orang menyetop di jalan. Sempat bersitegang, kita sampaikan (kondisinya), mereka betul-betul membutuhkan bantuan dan sempat mengambil barang semua," kata Zulkifli, Kamis (20/8/2026).

Karena kondisi warga yang membutuhkan bantuan, Tim Baznas NTB akhirnya menyerahkan bahan makanan yang dibawa menggunakan mobil logistik tersebut. "Saya melihat mereka membutuhkan (bantuan), diambil semuanya, tersisa hanya BBM," tuturnya.

Dia mengatakan banyak warga korban gempa di desa tersebut yang belum terjangkau bantuan pemerintah. "Warga dengan santun menanyakan bantuan yang dibawa tim. Mereka mengira rombongan kami merupakan bagian dari bantuan pemerintah setempat," terangnya.

2. Warga menyampaikan keluh kesah belum mendapatkan bantuan

Warga korban gempa di Manggarai mencegat mobil logistik Baznas NTB karena belum mendapatkan bantuan. (dok. Istimewa)

Saat berdialog dengan warga, mereka menyampaikan keluh kesahnya bahwa belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pascagempa bumi yang mengguncang Flores NTT. Warga korban gempa berharap wilayahnya tidak terlewat dari penanganan pascabencana.

"Logistik ini sebenarnya akan kami bawa ke dapur umum dan nantinya juga akan dibagikan kepada masyarakat. Tapi kalau di sini belum mendapat bantuan, tidak apa-apa kami turunkan dan berikan sekarang. Ini juga memang untuk masyarakat," kata dia.

3. Suasana berubah menjadi haru

Baznas NTB membagikan logistik kepada korban gempa di Manggarai. (dok. Istimewa)

Saat Tim Baznas NTB memerikan bantuan, suasana berubah menjadi haru. Awalnya, masyarakat berniat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah setempat terkait bantuan yang belum diterima korban gempa.

Namun setelah Tim Baznas NTB menjelaskan mereka dari NTB dan memberikan logistik yang dibawa menggunakan mobil, masyarakat menjadi haru. Mereka kemudian berterima kasih kepada Pemprov NTB yang peduli terhadap korban gempa NTT.

"Kami terpaksa melakukan ini karena kami membutuhkan. Terima kasih, Bapak Gubernur NTB dan Pemerintah NTB. Kami sudah diperhatikan saudara dari NTB," kata salah seorang warga di lokasi.

Pada Minggu (16/8/2026), Pemprov NTB mengirim bantuan sebanyak 55 tenaga kesehatan dan 34 ton beras untuk korban gempa NTT. Selain itu, bantuan yang dikirim berupa logistik dan alat berat untuk membantu pemulihan pasca bencana gempa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article