Tim Kesehatan NTB bersama anak-anak korban gempa NTT. (dok. Istimewa)
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan keberangkatan tim tersebut merupakan bentuk solidaritas NTB kepada masyarakat NTT. Sekaligus respons dari NTB yang memiliki pengalaman menghadapi bencana gempa besar pada 2018.
Saat itu, bantuan dan solidaritas dari berbagai daerah di Indonesia hingga masyarakat internasional turut membantu NTB melewati masa tanggap darurat. "Kita ingin hadir menunjukkan solidaritas kepada mereka. Untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Kita, tetangga mereka, ingin menjadi yang pertama hadir untuk membantu,” kata Iqbal.
Sekitar satu jam setelah gempa terjadi di NTT, Iqbal mengatakan langsung berkomunikasi dengan Gubernur NTT Melki Laka Lena untuk menyampaikan kesiapan NTB memberikan bantuan. Komunikasi kemudian dilanjutkan dengan Gubernur Bali Wayan Koster untuk membangun respons bersama melalui kerja sama regional Bali-NTB-NTT.
Eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu menegaskan bahwa misi kemanusiaan tersebut merupakan gerakan bersama berbagai komponen masyarakat NTB. Selain pemerintah daerah, dukungan juga datang dari Bulog, dunia usaha, rumah sakit, tenaga kesehatan, komunitas masyarakat NTT Flobamora di NTB, serta berbagai lembaga lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri menyebutkan NTB mengirim 55 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung yang terdiri atas dokter, dokter spesialis, perawat, bidan, apoteker, asisten apoteker, psikolog klinis, tenaga laboratorium, tenaga sanitasi, serta tenaga pendukung lainnya menuju daerah terdampak gempa di NTT.
Tim tersebut berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Rumah Sakit Universitas Mataram, Rumah Sakit Kota Mataram, dan sejumlah unsur kesehatan lainnya. Selain tenaga kesehatan, satu truk logistik medis diberangkatkan dengan membawa emergency kit, obat-obatan, dan perlengkapan pendukung pelayanan kesehatan.
Tim akan menangani kondisi darurat, khususnya korban trauma akibat gempa, sekaligus memberikan dukungan psikologis melalui layanan trauma healing.Fikri menjelaskan bahwa tim kesehatan akan ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan dan bergerak secara mobile ke wilayah terdampak yang membutuhkan penanganan.
“Tim ini nanti kita tugaskan ada yang di rumah sakit, kemudian ada yang mobile juga, terutama daerah-daerah yang terdampak,” kata Fikri.
Menurut Fikri, pengalaman NTB menangani gempa 2018 menjadi salah satu modal dasar dalam menyiapkan respons medis untuk masyarakat terdampak di NTT. Penanganan trauma, terutama patah tulang dan luka, menjadi salah satu fokus pada fase awal bencana. Tim kesehatan juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait di NTT untuk menyesuaikan dukungan medis dengan kebutuhan di lapangan.
Tim kesehatan NTB diperkirakan bertugas selama enam hingga tujuh hari, dengan masa penugasan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi di lokasi. Sejumlah tenaga dan armada kesehatan dari Pulau Sumbawa juga telah bergerak lebih awal untuk mempercepat respons di daerah terdampak bencana NTT.