Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bawa Bantuan dan Tim Kesehatan, Gubernur NTB dan Bali Kunjungi Korban Gempa NTT
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Gubernur Bali I Wayan Koster turun mengunjungi korban gempa NTT, Kamis (20/8/2026). (dok. Istimewa)
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Gubernur Bali I Wayan Koster mengunjungi korban gempa M7,7 NTT sebagai bentuk solidaritas melalui kerja sama regional Bali-NTB-NTT.
  • NTB mengirim 55 tenaga kesehatan, 34 ton beras, obat-obatan, logistik, dan alat berat; posko utama, rumah sakit lapangan, serta dapur umum ditempatkan di Manggarai Timur.
  • Tim medis NTB memperkuat rumah sakit, puskesmas, dan layanan mobile bagi warga terdampak, termasuk penanganan trauma serta dukungan psikologis, dengan pengalaman gempa NTB 2018 sebagai modal respons.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dan Gubernur Bali, I Wayan Koster kompak turun mengunjungi korban gempa di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Gubernur NTB dan Gubernur Bali bersama Panglima Kodam IX/Udayana mendarat di Bandara Komodo Labuhan Bajo, Kamis (20/8/2026).

Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan kunjungan Gubernur NTB dan Gubernur Bali dalam rangka solidaritas kemanusiaan Kerja Sama Regional Bali, NTB dan NTT (KRBNN) untuk korban gempa M7,7 NTT. Pemprov NTB telah mengirim sebanyak 55 tenaga kesehatan, 34 ton beras, obat-obatan, logistik dan alat berat menuju NTT pada Minggu (16/8/2026).

1. Tim kemanusiaan NTB ditempatkan di Manggarai Timur

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Lalu Hamzi Fikri turun membantu korban gempa NTT. (dok. Istimewa)

Khalik menjelaskan setelah dilepas Gubernur NTB, tim kemanusiaan NTB menempuh perjalanan darat menuju Pelabuhan Sape, Bima, sebelum menyeberang menuju Labuan Bajo, NTT. Karena keterbatasan kapasitas kapal, penyeberangan dilakukan dalam dua tahap.

Rombongan pertama bertolak sekitar pukul 21.00 WITA, disusul rombongan kedua pada pukul 23.00 WITA. Malam itu, tim menyeberangi laut membawa personel, perlengkapan medis, kebutuhan dapur umum, serta bantuan logistik untuk saudara-saudara yang terdampak gempa.

Pada Selasa pagi, 18 Agustus 2026, seluruh tim dari NTB telah berkumpul di Markas Polres Manggarai Barat. Pemeriksaan personel dan kelengkapan peralatan segera dilakukan, dilanjutkan koordinasi pembagian tugas bersama Tim Pemprov NTT.

Sesuai hasil koordinasi, posko utama Tim Kemanusiaan NTB ditempatkan di Manggarai Timur. Di wilayah tersebut, tim mendirikan rumah sakit lapangan dan dapur umum untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat terdampak dan warga di pengungsian.

2. Tim kesehatan langsung bergerak membantu korban gempa

Tim Kesehatan NTB membantu warga korban gempa NTT. (dok. Istimewa)

Khalik mengatakan, tim kesehatan menjadi kelompok yang bergerak lebih dahulu menuju wilayah terdampak. Tenaga medis disebar untuk memperkuat pelayanan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas, selain personel yang disiapkan untuk rumah sakit lapangan di Manggarai Timur. Tim dapur umum juga telah bergerak menuju pusat pengungsian.

Sementara itu, tim logistik melakukan penurunan bantuan di Posko Manggarai Barat berupa air minum, beras, mi instan, dan berbagai kebutuhan lainnya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Manggarai Timur. Seluruh bantuan logistik dikoordinasikan melalui Tim Tanggap Darurat Gempa NTT yang dikoordinasikan BPBD NTT. Langkah ini penting agar bantuan terdistribusi sesuai kebutuhan, tepat sasaran, serta menghindari penumpukan atau bantuan ganda pada lokasi tertentu.

Pada Rabu (19/8/2026) pagi, Tim Kesehatan NTB mulai bekerja dan mendatangi warga yang belum terjangkau pelayanan medis. Dia mengatakan Tim Kesehatan NTB datang membawa lebih dari sekadar pelayanan kesehatan. Mereka membawa pelukan-pelukan dari NTB untuk korban gempa di NTT yang sedang terluka.

3. Tim kemanusiaan NTB bawa pengalaman hadapi bencana gempa 2018

Tim Kesehatan NTB bersama anak-anak korban gempa NTT. (dok. Istimewa)

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan keberangkatan tim tersebut merupakan bentuk solidaritas NTB kepada masyarakat NTT. Sekaligus respons dari NTB yang memiliki pengalaman menghadapi bencana gempa besar pada 2018.

Saat itu, bantuan dan solidaritas dari berbagai daerah di Indonesia hingga masyarakat internasional turut membantu NTB melewati masa tanggap darurat. "Kita ingin hadir menunjukkan solidaritas kepada mereka. Untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Kita, tetangga mereka, ingin menjadi yang pertama hadir untuk membantu,” kata Iqbal.

Sekitar satu jam setelah gempa terjadi di NTT, Iqbal mengatakan langsung berkomunikasi dengan Gubernur NTT Melki Laka Lena untuk menyampaikan kesiapan NTB memberikan bantuan. Komunikasi kemudian dilanjutkan dengan Gubernur Bali Wayan Koster untuk membangun respons bersama melalui kerja sama regional Bali-NTB-NTT.

Eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu menegaskan bahwa misi kemanusiaan tersebut merupakan gerakan bersama berbagai komponen masyarakat NTB. Selain pemerintah daerah, dukungan juga datang dari Bulog, dunia usaha, rumah sakit, tenaga kesehatan, komunitas masyarakat NTT Flobamora di NTB, serta berbagai lembaga lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri menyebutkan NTB mengirim 55 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung yang terdiri atas dokter, dokter spesialis, perawat, bidan, apoteker, asisten apoteker, psikolog klinis, tenaga laboratorium, tenaga sanitasi, serta tenaga pendukung lainnya menuju daerah terdampak gempa di NTT.

Tim tersebut berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Rumah Sakit Universitas Mataram, Rumah Sakit Kota Mataram, dan sejumlah unsur kesehatan lainnya. Selain tenaga kesehatan, satu truk logistik medis diberangkatkan dengan membawa emergency kit, obat-obatan, dan perlengkapan pendukung pelayanan kesehatan.

Tim akan menangani kondisi darurat, khususnya korban trauma akibat gempa, sekaligus memberikan dukungan psikologis melalui layanan trauma healing.Fikri menjelaskan bahwa tim kesehatan akan ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan dan bergerak secara mobile ke wilayah terdampak yang membutuhkan penanganan.

“Tim ini nanti kita tugaskan ada yang di rumah sakit, kemudian ada yang mobile juga, terutama daerah-daerah yang terdampak,” kata Fikri.

Menurut Fikri, pengalaman NTB menangani gempa 2018 menjadi salah satu modal dasar dalam menyiapkan respons medis untuk masyarakat terdampak di NTT. Penanganan trauma, terutama patah tulang dan luka, menjadi salah satu fokus pada fase awal bencana. Tim kesehatan juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait di NTT untuk menyesuaikan dukungan medis dengan kebutuhan di lapangan.

Tim kesehatan NTB diperkirakan bertugas selama enam hingga tujuh hari, dengan masa penugasan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi di lokasi. Sejumlah tenaga dan armada kesehatan dari Pulau Sumbawa juga telah bergerak lebih awal untuk mempercepat respons di daerah terdampak bencana NTT.

Curated For You

Editorial Team

Related Article