Banjir Bandang Terjang Sumbawa, Satu Mobil dan Empat Rumah Hanyut

Mataram, IDN Times - Banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (9/2/2024) pukul 15.30 WITA. Banjir Bandang terjadi di bantaran sungai DAS Semapuin hingga mulut kali Labuhan Sumbawa.
Sedangkan bencana tanah longsor terjadi di dua titik dekat PDAM Semongkat dan Brang Bara setelah jembatan area konservasi Semongkat. Akibat kejadian tersebut, ribuan jiwa terdampak, satu mobil hanyut dan empat rumah warga hanyut.
1. Sebanyak 6.278 jiwa terdampak banjir bandang

Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi, Jumat (9/2/2024) menjelaskan berdasarkan laporan yang diterima dari BPBD Kabupaten Sumbawa, pada pukul 13.30 WITA, terjadi hujan lebat di wilayah hulu Kabupaten Sumbawa.
Sehingga mengakibatkan banjir yang menggenangi seluruh bantaran sungai dari Kelurahan Samapuin hingga mulut Kali Desa Labuhan Sumbawa.
Banjir yang menggenangi rumah warga karena debit air yang tinggi mengakibatkan meluapnya air dari tanggul. Data sementara jumlah korban terdampak banjir bandang di Sumbawa sebanyak 1.489 KK atau 6.278 jiwa.
2. Satu mobil dan tiga rumah warga hanyut

Banjir bandang menerjang enam kelurahan, yaitu Kelurahan Bugis, Kelurahan Semapuin, Kelurahan Pelat, Kelurahan Brang Biji, Kelurahan Brang Bara dan Kelurahan Lempeh. Di Kelurahan Bugis sebanyak 370 KK atau 1.850 jiwa terdampak.
Kemudian di Kelurahan Semapuin sebanyak 91 KK atau 463 jiwa. Banjir bandang menyebabkan satu rumah warga hanyut. Selanjutnya di Kelurahan Pelat, warga terdampak sebanyak 428 KK atau 2.200 jiwa. Sementara di Kelurahan Brang Biji, warga terdampak banjir bandang sebanyak 86 KK atau 344 jiwa.
Sedangkan di Kelurahan Brang Bara, warga terdampak sebanyak 365 KK atau 978 jiwa. Di lokasi ini, 12 unit rumah warga ambruk, satu mobil dan tiga rumah warga hanyut. Selain itu, banjir bandang juga menerjang Kelurahan Lempeh dengan jumlah warga terdampak sebanyak 149 KK atau 617 jiwa. Sehingga total warga terdampak banjir bandang dan longsor di Sumbawa sebanyak 1.489 KK atau 6.278 jiwa.
3. Air perlahan surut

Ahmadi menambahkan upaya yang dilakukan BPBD Kabupaten Sumbawa yaitu melakukan koordinasi dengan Desa/Kelurahan/Kecamatan terdampak. Kemudian memantau perkembangan kejadian dan Tim BPBD Kabupaten Sumbawa terjun ke lokasi kejadian bencana.
Ada pun personel yang terlibat yaitu BPBD Kabupaten Sumbawa, TNI/Polri, unsur desa, kelurahan dan kecamatan serta masyarakat setempat.
"Kondisi terkini, air perlahan surut dan warga mulai membersihkan rumahnya," tandasnya.


![[QUIZ] Sudah Tersakiti tapi Masih Bertahan? Cari Tahu Alasannya dari Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251113/pexels-gustavo-fring-4173140_8317ea12-c705-4b40-9e7b-c03fd3b3b51d.jpg)
![[QUIZ] Bagaimana Kepribadianmu saat Sendirian? Cari Tahu di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260404/1000013396_7125005e-5677-451a-8d3d-0ba37705bec5.jpg)















