Nama nasi balap puyung menyimpan cerita tentang seorang pembalap yang suka mentraktir teman-temannya. Menurut keluarga Inaq Esun, kebiasaan itu ikut melahirkan nama hidangan nasi berlauk ayam pedas khas Lombok Tengah.
Inaq Esun mulai menjajakan masakannya pada 1970-an. Ia berasal dari Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, yang ikut memberi nama pada hidangan ini.
Seporsi nasi balap puyung bisa memuat dua olahan ayam sekaligus. Versi keluarga Inaq Esun menyajikan ayam pelecing berbumbu pedas dan suwiran ayam goreng yang renyah.