Diterpa Isu Gagal, Mori Hanafi Tegaskan Porprov NTB 2026 Sukses Digelar

Mataram, IDN Times - Ketua KONI Nusa Tenggara Barat (NTB) Mori Hanafi membantah anggapan bahwa pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026 berlangsung gagal akibat sejumlah insiden kericuhan di beberapa cabang olahraga (cabor).
Menurut Mori, kericuhan yang terjadi hanya melibatkan sebagian kecil pertandingan dibandingkan total lebih dari 6.000 pertandingan yang digelar pada ajang olahraga terbesar di NTB tersebut.
"Ini memang menjadi bahan evaluasi kami. Tapi kalau mau jujur, ada lebih dari 6.000 pertandingan yang dipertandingkan. Masa karena tiga cabang olahraga yang bermasalah, seluruh Porprov dianggap rusak," kata Mori usai penutupan Porprov NTB 2026 di GOR 17 Desember Turida, Kota Mataram, Sabtu (25/7/2026).
1. Kericuhan beberapa event bukan menjadi cerminan seluruh agenda Porprov NTB

Kericuhan sempat terjadi pada beberapa pertandingan cabang olahraga, seperti silat, BMX, voli, dan drumband. Insiden tersebut ramai beredar di media sosial dan memicu kritik terhadap penyelenggaraan Porprov.
Mori menilai sejumlah video kericuhan sengaja diviralkan sehingga membentuk opini bahwa penyelenggaraan Porprov NTB 2026 gagal.
"Yang diangkat hanya kejadian-kejadian itu. Dari ribuan pertandingan, hanya beberapa yang bermasalah, tetapi seolah-olah seluruh Porprov gagal," ujarnya.
Ia mencontohkan cabang olahraga silat yang memperebutkan 25 medali emas. Untuk meraih satu medali emas, atlet sedikitnya harus melalui tiga pertandingan sehingga terdapat sekitar 75 pertandingan. Dari jumlah tersebut, menurutnya, hanya satu pertandingan yang bermasalah.
"Silat ada sekitar 75 pertandingan, yang bermasalah hanya satu. Tapi itu yang terus diangkat," katanya.
2. Persoalan Porprov NTB dianggap masih minim

Mori juga menegaskan tidak ditemukan persoalan serius selama penyelenggaraan Porprov, termasuk terkait pelayanan medis, akomodasi, maupun transportasi kontingen.
Menurutnya, tidak ada atlet yang mengalami cedera fatal, meninggal dunia, maupun kasus medis yang tidak tertangani dengan baik.
"Kalau ada kekurangan, misalnya pelayanan medis terlambat, itu menjadi evaluasi. Tetapi tidak ada kejadian fatal yang tidak bisa ditangani," ucapnya.
Selain itu, Mori memastikan setiap keberatan atau dugaan pelanggaran pertandingan memiliki mekanisme penyelesaian sesuai aturan masing-masing cabang olahraga sebelum dibawa ke KONI NTB.
"Kalau ada persoalan di pertandingan, ada jalurnya. Diselesaikan dulu di pengurus cabang olahraga. Kalau tidak selesai, baru dibawa ke KONI. Itu mekanisme yang benar," jelasnya.
3. Persaingan politik terjadi di KONI NTB

Dalam kesempatan tersebut, Mori juga menyinggung adanya pihak-pihak yang dinilainya memiliki kepentingan untuk menggantikan posisinya sebagai Ketua KONI NTB.
Ia menyatakan tidak mempermasalahkan siapa pun yang ingin maju menjadi Ketua KONI NTB, asalkan memenuhi persyaratan yang berlaku, termasuk memiliki kemampuan finansial pribadi sebesar Rp5 miliar.
"Kalau ada yang mau jadi Ketua KONI, silakan saja. Yang penting memenuhi syarat, termasuk memiliki uang pribadi Rp5 miliar," katanya.
Porprov NTB XII Tahun 2026 mempertandingkan 51 cabang olahraga dengan total lebih dari 6.000 pertandingan. Kota Mataram keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 200 medali emas sekaligus mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.



















