Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kericuhan Warnai Porprov NTB 2026, Iqbal: Ini Jadi Alarm Menuju PON 2028
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal akan mengevaluasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 menyusul terjadinya sejumlah insiden kericuhan pada beberapa cabang olahraga (cabor). Evaluasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan NTB menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).

Porprov XII NTB resmi ditutup pada Sabtu (25/7/2026) di GOR 17 Desember Turida, Kota Mataram. Pada ajang tersebut, Kota Mataram kembali keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 200 medali emas, sekaligus mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Meski pelaksanaan Porprov telah selesai, sejumlah insiden kericuhan yang terjadi pada pertandingan cabang olahraga silat, voli, BMX, dan drumband menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTB.

Iqbal mengatakan pengurus KONI NTB dijadwalkan dipanggil pada Selasa mendatang untuk membahas evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Porprov.

"Selasa kita akan melakukan evaluasi. Tentu kalau ada kekurangan dalam penyelenggaraan, itu menjadi tanggung jawab kita bersama dan harus menjadi bahan perbaikan ke depan," kata Iqbal usai penutupan Porprov NTB XII.

1. Evaluasi penyelenggaraan Porprov NTB 2026

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengalungkan medali kepada peraih emas cabor sepak bola Porprov NTB 2026 di GOR 17 Desember Turida Kota Mataram, Sabtu (25/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Menurut Iqbal, evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi akar persoalan yang memicu kericuhan agar kejadian serupa tidak terulang saat NTB menjadi tuan rumah PON 2028.

Ia menilai Porprov 2026 merupakan simulasi penting untuk mengukur kesiapan daerah dalam menyelenggarakan ajang olahraga nasional.

"Justru dengan adanya Porprov ini kita memiliki referensi untuk memastikan penyelenggaraan PON 2028 berjalan lebih baik. Saya optimistis NTB bisa menjadi tuan rumah PON yang sukses," ujarnya.

2. Gubernur Iqbal: tidak ada yang memaksa kita jadi tuan rumah PON 2028

Kota Mataram jadi juara umum Porprov NTB 2026. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Iqbal menegaskan kesiapan menjadi tuan rumah PON merupakan konsekuensi atas keputusan NTB mengajukan diri sebagai penyelenggara. Karena itu, pemerintah daerah harus mempersiapkan seluruh aspek, mulai dari infrastruktur, kualitas penyelenggaraan hingga pembinaan atlet.

"Menjadi tuan rumah adalah pilihan kita sendiri. Konsekuensinya, kita harus mempersiapkan semuanya, baik fasilitas, penyelenggaraan maupun atlet," katanya.

Ia juga memastikan pemerintah pusat telah berkomitmen mendukung kesiapan infrastruktur melalui renovasi sejumlah venue olahraga tanpa membangun fasilitas baru.

Salah satu venue yang akan direnovasi adalah GOR 17 Desember Turida, Kota Mataram. Menurut Iqbal, kondisi venue tersebut masih belum memenuhi standar penyelenggaraan PON sehingga perlu pembenahan.

"Keputusan teknisnya masih dibahas, apakah renovasi total atau parsial. Yang jelas targetnya venue ini aman dan layak digunakan pada PON 2028," ucapnya.

3. Porprov NTB tidak bisa dinilai gagal karena beberapa insiden kericuhan

Ketua KONI NTB Mori Hanafi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara itu, Ketua KONI NTB Mori Hanafi menilai insiden kericuhan yang terjadi selama Porprov 2026 tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa penyelenggaraan ajang tersebut gagal.

Menurutnya, Porprov NTB 2026 mempertandingkan lebih dari 6.000 pertandingan dari 51 cabang olahraga. Dari jumlah tersebut, kericuhan hanya terjadi pada beberapa pertandingan di cabang olahraga silat, voli, BMX, dan drumband.

"Dari lebih 6.000 pertandingan, yang bermasalah hanya beberapa pertandingan. Masa karena tiga pertandingan lalu seluruh Porprov disebut gagal? Itu tidak fair," kata Mori.

Ia menjelaskan, insiden pada cabang olahraga silat telah diakui sebagai kelalaian oleh pengurus cabang olahraga terkait. Sementara keributan di BMX dipicu insiden senggolan antarpeserta yang memperebutkan posisi keempat dan kelima.

"Kalau dihitung dari lebih 6.000 pertandingan, persentase kericuhan sangat kecil. Itu tentu tetap menjadi bahan evaluasi, tetapi tidak bisa menggambarkan keseluruhan penyelenggaraan Porprov," ujarnya.

Mori menegaskan seluruh catatan selama pelaksanaan Porprov NTB 2026 akan menjadi bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan, terutama menjelang NTB menjadi tuan rumah PON 2028.

Curated For You

Editorial Team

Related Article