Ketua KONI NTB Mori Hanafi. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Pada kesempatan tersebut, Mori juga mengeklaim bahwa Porprov NTB 2026 dihadiri sebanyak 200 ribu penonton. Dia menyebutkan perputaran ekonomi selama pelaksanaan Porprov NTB 2026 sebesar Rp100 miliar lebih yang terdiri dari untuk hotel, restoran, pembelian suvenir, transportasi, dan lain-lain.
Dari rumusan hasil Porprov NTB 2026, kata Mori, KONI NTB akan melakukan pemetaan cabor-cabor yang akan bisa bermain pada PON 2028. Kemudian KONI NTB juga akan melakukan pemetaan nomor pertandingan.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penentuan atlet-atlet yang akan dapat bermain pada PON 2028. Dia juga mengusulkan kepada Gubernur dan Ketua DPRD NTB agar KONI diperkenankan melakukan Pelatda jangka panjang sampai PON 2028.
"Mengingat mitra kami yaitu DKI dan Nusa Tenggara Timur saat ini sudah melakukan Pelatda jangka panjang dalam rangka persiapan PON 2028," ujarnya.
Porprov NTB 2026 terdiri dari 51 cabor dan 702 nomor pertandingan dengan lebih dari 6.000 babak pertandingan. Dalam pelaksanaan pertandingan, Mori mengatakan mayoritas pertandingan berjalan dengan baik dan hasilnya sesuai dengan yang diinginkan.
"Ada beberapa insiden yang dapat kami laporkan dalam kesempatan ini, satu babak di voli, satu babak di silat, satu babak di BMX dan satu babak di drumband. Jadi persoalannya hanya di tiga babak plus drumband dari 6.000 babak pertandingan yang kita pertandingkan," kata dia.