Waspada! Banjir Terdeteksi dari Gunung Lewotobi Laki-laki

- Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki mendeteksi getaran banjir dari gunung tersebut, meminta masyarakat untuk waspada dan menjauhi area yang berpotensi terdampak.
- Status Gunung Api Lewotobi Laki-laki berada pada Level IV (Awas), dengan aktivitas tinggi dan endapan lava yang cukup panjang. Terjadi 15 kali tremor non-harmonik dan gempa vulkanik dalam.
- PVMBG menegaskan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi, serta meminta waspada potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung.
Kupang, IDN Times - Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki mendeteksi adanya getaran banjir dari areal gunung yang terletak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Informasi disampaikan oleh Kepala PPGA Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef S. Mboro, dalam keterangan yang diterima pada Rabu (7/1/2026).
Saat ini status Gunung Api Lewotobi Laki-laki juga berada pada Level Awas pada 1 Januari 2026 memasuki sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada.
1. Awasi kali berhulu dari puncak gunung

Herman dalam laporannya 15.09 WITA itu juga menyampaikan beberapa area yang harus diwaspadai terutama terhadap kali yang berhulu dari puncak gunung api ini.
"Izin, kami menginformasikan saat ini alat kami merekam adanya getaran banjir, dari Gunung Api Lewotobi, dihimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, dan menjauhi kali yang berhulu dari puncak Gunung Lawotobi, terutama dari arah Nobo ke Boru, dari Nobo ke Nurabelen dan dari Hewa ke Nawokote," tandasnya.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, tetap tinggi dengan status Level IV (Awas).
2. Catatan vulkanik

Herman sebelumnya melaporkan gunung setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini masih mengeluarkan asap kawah tebal dan memiliki endapan lava yang cukup panjang. Berdasarkan pengamatan itu, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut.
"Selain itu, teramati endapan lava mengalir ke arah timur laut sejauh sekitar 4.340 meter dan ke arah barat-barat laut sejauh 3.800 meter dari pusat erupsi," tandasnya.
Ia juga mencatat terjadinya 15 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 2,2-7,4 mm dan durasi 63-120 detik, satu kali gempa vulkanik dalam (amplitudo 3,2 mm, S-P 1,4 detik, durasi 10 detik), serta dua kali gempa tektonik jauh (amplitudo 4,4-26,6 mm, durasi 70-395 detik).
3. Desa yang perlu waspada

PVMBG kembali menegaskan rekomendasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 6 km dari pusat erupsi, serta sektoral barat laut hingga timur laut sejauh 7 kilometer (km).
"Tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak percaya isu tidak jelas sumbernya," kata dia.
Masyarakat juga diminta waspada potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak, terutama di wilayah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawokote saat hujan intensitas tinggi.
PVMBG juga mengimbau pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera atau langsung ke PVMBG di Bandung.

















