Mataram, IDN Times - Tiga santri pada salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga dibakar oleh seniornya. Dari tiga korban, satu santri meninggal dunia.
Peristiwa itu terjadi pada November 2025, namun baru terungkap setelah viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, mengatakan informasi awal yang dihimpun, memang terdapat riwayat perundungan (bullying) yang melibatkan terduga pelaku yang merupakan senior di ponpes tersebut terhadap salah satu korban sebelum peristiwa naas itu terjadi.
"Ada anak yang diduga pelaku itu sempat menelanjangi salah satu korban. Kasus itu sempat dilaporkan. Kemudian sempat ada kayak candaan (dari terduga pelaku), 'Siapa yang melaporkan saya? Kalau ketemu nanti saya bakar.' Itu awalnya hanya candaan saja," kata Joko dikonfirmasi IDN Times, Kamis (4/6/2026).
