Kawasan The Mandalika, Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Dia merincikan kunjungan wisatawan ke masing-masing destinasi wisata yang dikelola ITDC pada semester I 2026. Kawasan The Nusa Dua Bali, sebagai destinasi leisure berkelas dunia, menjadi kontributor terbesar dengan jumlah 1.798.004 kunjungan wisatawan, meningkat 8,16 persen dibandingkan Semester I 2025.
Kawasan ini juga mempertahankan performa operasional yang solid dengan tingkat okupansi rata-rata 70,51persen serta mencatat Length of Stay sebesar 2,76 malam, melampaui target perusahaan. Fajar mengatakan, kinerja tersebut menunjukkan bahwa kawasan The Nusa Dua tidak hanya berhasil menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi ekosistem pariwisata di kawasan.
Kemudian di kawasan The Mandalika Lombok, tren pertumbuhan terus berlanjut seiring semakin kuatnya posisi kawasan sebagai destinasi sport and lifestyle tourism. Sepanjang semester I 2026, kawasan The Mandalika mencatat sebanyak 685.844 kunjungan wisatawan.
Angkanya tumbuh 17,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekaligus mencapai 124,7 persen dari target perusahaan. Tingkat okupansi rata-rata juga meningkat dari 44,94 persen menjadi 50,95 persen, didukung semakin padatnya penyelenggaraan berbagai ajang olahraga, hiburan, dan aktivitas komunitas selama semester pertama.
Sementara di kawasan The Golo Mori terus menunjukkan perkembangan positif sebagai destinasi MICE premium di Indonesia Timur. Jumlah kunjungan meningkat 6,90 persen menjadi 13.610 wisatawan. Sedangkan tingkat okupansi melonjak dari 3,83 persen pada semester I 2025 menjadi 17,09 persen pada semester I 2026.
Selain itu, rata-rata MICE Average Spending per Pax tercatat hampir tiga kali lipat dari target perusahaan. Hal ini,kata dia, mencerminkan semakin tingginya nilai ekonomi yang dihasilkan dari setiap penyelenggaraan konferensi, corporate gathering, maupun kegiatan bisnis lainnya. Menurut Fajar, pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa ketiga kawasan memiliki peran yang saling melengkapi dalam memperkuat portofolio bisnis ITDC.
"The Nusa Dua terus memperkuat posisinya sebagai destinasi leisure kelas dunia, The Mandalika berkembang sebagai penggerak sport tourism nasional, sementara The Golo Mori semakin menunjukkan potensinya sebagai destinasi MICE premium di Indonesia Timur. Diversifikasi kekuatan inilah yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan bisnis ITDC secara berkelanjutan," kata dia.