Siswi SMP Tewas Dipukul Kayu ODGJ di Bima, Keluarga Blokade Jalan

Bima, IDN Times - Seorang siswi SMP berinisial YN (16) tewas mengenaskan setelah dipukul dengan kayu oleh tetangganya yang diduga Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) berinisial SL (36).
Tragedi ini terjadi di Desa Buncu, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (28/11/2024).
1. Korban dipukul dari arah belakang

Korban saat itu sedang duduk santai bersama adik dan teman-temannya di gazebo depan rumah sang nenek. Tanpa diduga, pelaku datang dari arah belakang membawa balok kayu. Adik dan teman korban yang menyadari kedatangan SL langsung kabur, tetapi korban tidak sempat menyelamatkan diri.
"Korban sempat ditarik oleh adiknya, namun kepalanya keburu dipukul pelaku dengan kayu," ungkap Bripka Sugianto, Babinkantibmas Desa Buncu, saat dikonfirmasi pada Kamis malam (28/11/2024).
Setelah kejadian, adik korban segera memberi tahu orang tua mereka. Ketika tiba di lokasi, keluarga mendapati YN sudah tergeletak tak bernyawa dengan luka parah di kepala.
2. Keluarga korban blokade jalan hingga kepung kantor desa

Jasad korban dibawa ke Puskesmas Sape untuk visum dan penanganan luka di kepala sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah duka.
Insiden ini memicu amarah keluarga korban. Mereka sempat menghakimi pelaku, namun SL berhasil kabur dan mengamankan diri di Kantor Desa Buncu.
"Keluarga korban yang tidak terima sempat memblokade jalan dan mengepung kantor desa. Pelaku kemudian dievakuasi ke Polres Bima dengan pengamanan ketat dari TNI-Polri," jelas Sugianto.
3. Pelaku pernah dirujuk di RSJ Mataram

Berdasarkan keterangan keluarga dan warga, pelaku SL diketahui telah lama mengalami gangguan jiwa. Pada Agustus 2023, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Mataram hingga dinyatakan sembuh.
"Setelah sembuh, pelaku kembali ke kampung. Namun, kemungkinan penyakitnya kambuh sehingga memicu tindakan tersebut," tutup Sugianto.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini untuk memastikan kronologi serta motif di balik tindakan pelaku. Keluarga korban juga diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib.



















