Comscore Tracker

Pengusaha Transportasi Darat di Daerah Kesulitan Urus Izin OSS

Perlu pelayanan yang cepat dan terpadu

Mataram, IDN Times - Ketua Bidang Angkutan Orang Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat (DPP Organda) Kurnia Lesani Adnan mengatakan pelaku usaha transportasi darat kesulitan mengurus izin menggunakan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau online single submission (OSS).

"Itu tidak hanya terjadi di Nusa Tenggara Barat, tapi secara nasional. Artinya tidak hanya kami di luar NTB, boleh saya katakan secara nasional," kata Kurnia dalam Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) DPD Organda NTB, di Mataram seperti dilansir dari Antara pada Jumat (12/8/2022).

1. Pengusaha di daerah masih awam

Pengusaha Transportasi Darat di Daerah Kesulitan Urus Izin OSSIlustrasi bus antar kota. (dok. DAMRI)

Menurut dia, pelaku usaha jasa transportasi di daerah masih sangat awam dalam mengurus perizinan menggunakan sistem OSS. Di satu sisi, pemerintah mendorong proses perizinan dilakukan secara digital.

Kurnia menambahkan upaya mendigitalisasi proses perizinan belum diikuti sosialisasi yang kuat kepada para pelaku usaha, baik di tingkat pemerintah pusat maupun di daerah. Sehingga mereka bisa lebih cepat mengurus perizinan tersebut.

Baca Juga: Hotel Ombak Sunset Bongkar Spot Foto Ayunan di Gili Trawangan

2. Perlu sosialisasi

Pengusaha Transportasi Darat di Daerah Kesulitan Urus Izin OSS

Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah pusat dan daerah gencar melakukan sosialisasi tentang OSS. Sehingga para pelaku usaha bisa melakukan proses perizinan sesuai regulasi yang digariskan.

"Itu yang kami lihat selama ini, pemerintah dari mulai departemen yang mengurus masalah perizinan, hingga turunannya di daerah belum melakukan sosialisasi dengan baik, itulah yang menjadi kendala. Bahkan, instansi di daerah belum paham," ujarnya.

3. Perlu inovasi

Pengusaha Transportasi Darat di Daerah Kesulitan Urus Izin OSSPT Transjakarta resmi operasikan bus listrik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, akan ada 100 bus listrik yang beroperasi hingga akhir 2022. (IDN Times/Uji Sukma Medianti)

Ketua Bidang Angkutan Penumpang Dalam Trayek DPP Organda Didit Adi Prasetyo, menambahkan perubahan yang terjadi dalam industri angkutan sangat dinamis. Oleh sebab itu, para pelaku usaha dituntut untuk bisa berinovasi agar mampu bertahan.

"Saya angkat topi terhadap penyelenggaraan Mukerda Organda NTB yang penuh kekompakan untuk hadir menyusun program kerja termasuk membahas soal perizinan sistem OSS, Luar bisa semangatnya NTB ini," katanya.

4. Faktor yang menyulitkan

Pengusaha Transportasi Darat di Daerah Kesulitan Urus Izin OSSilustrasi dokumen-dokumen kertas (pexels.com/pixabay)

Ketua DPD Organda NTB Junaidi Kasum juga mengakui bahwa pelaksanaan proses perizinan masih tumpang tindih antara satu instansi dengan instansi lainnya. Hal itu menyulitkan para pelaku usaha sektor transportasi darat.

Dengan demikian, diharapkan agar perizinan itu lebih dipermudah lagi. Sehingga pengusaha jasa transportasi bisa lebih cepat dalam mengurus hal itu.

5. Perlu solusi agar urusan lebih mudah

Pengusaha Transportasi Darat di Daerah Kesulitan Urus Izin OSSIlustrasi halte bus (IDN TImes/Reza Iqbal)

Oleh sebab itu, ia berharap dalam lembaga perizinan terpadu satu pintu benar-benar ada pelayanan terpadu sehingga terjadi konektivitas antara satu instansi dengan instansi lain yang terkait dengan pengurusan perizinan berusaha.

"Kalau sudah bahasa izin terpadu kami berharap bahwa di sana dudukkan satu loket dinas perhubungan dan dinas terpadu itu. Selama ini, terjadi persoalan tidak konek," ucapnya.

Baca Juga: Bikin Bangga! NTB Peringkat 6 pada Kejuaraan Nasional Atletik

Ririn Sintani Photo Community Writer Ririn Sintani

Suka memasak dan menulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya